Dalam Bidang Sains Dan Teknologi Indonesia Masih Bergantung Pada Dunia Luar

Wakil Rektor Riset dan Inovasi ITB Prof Wawan Gunawan  Abdul Kadir

Lensapapua– Wakil Rektor Riset dan Inovasi ITB Bandung Prof. Wawan Gunawan Abdul Kadir dalam pengantar awalnya dihadapan Sekda Kabupaten Sorong bersama jajarannya, mengatakan kedatangan tim kali ini untuk memprentasikan facibilty study (studi kelayakan) pengembangan Politeknik ITB, dengan harapan untuk segera berlanjut dan mempersiapkannya, ujarnya di Aimas, Kamis (11/12).

“Menurut Gunawan, hal ini  sangat penting sekali bagi kepentingan bangsa secara keseluruhan atupun kepentingan dari masing-masing daerah,”ujarnya.

Kemajuan kita semua ternyata tergantung dari SDM, dan ini menjadi titik lemah kita mengapa Indonesia sendiri dalam hal kemandirian di bidang sains dan teknologi sangat lemah. Artinya, kita masih tergantung dari pihak luar.

Kita lihat untuk Papua kekayaan alamnya sangat tinggi sekali, tapi yang diolah tidak ada. Karena pengusaan kita masih sangat lemah untuk segera kita tindaklanjut melalui karya-karya nyata.

ITB sebagai salah satu institusi yang diharapkan agar bangsa ini bisa meningkatkan segala kesulitan kalau hanya menampung di Bandung saja.  Ada program yang namanya  afirmasi, dan kalau kita mengharapkan program itu sampai kita nenek-nenek atau kakek akan terjadi seperti itu dan tak ada pengembangannya, jelas Gunawan.

“Yang harus kita lakukan atau terobosan adalah melalui Politeknik, dimana di setiap daerah di seluruh Indonesia, salah satunya ada di Sorong ini,” tambahnya.

Kita juga hampir bekerjasama dengan hampir  di seluruh daerah, seperti contohnya produk handphone yang terkenal dengan nama 3G merupakan produk Politeknik Batam. Kemudian di Kaltim, Riau, Manado, Aceh, Sumatera Utara, Bali, dan bahkan hampir di semua daerah,  termasuk Alhamdulillah,  sekarang kita sudah masuk di Kabupaten Sorong, pintanya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.