Biaya pendidikan gratis akan di lanjutkan

Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw. Dok/red
Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw. Dok/red

Lensapapua, Bupati Teluk Bintuni Ir.Petrus Kasihiw.MT Berjanji akan melanjutkan Program Gratis Biaya Pendidikan di Teluk Bintuni.
Program pendidikan gratis di Kabupaten Teluk Bintuni yang sudah berjalan akan tetap dipertahankan dan dilanjutkan oleh pemimpin daerah yang baru. Hal ini, karena program tersebut merupakan pelayanan mendasar yang diberikan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat.
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan dasar hukum yang berbentuk peraturan daerah (perda) saat ini sudah dibuat dan dalam waktu dekat akan diteapkan untuk menjadi dasar pemda menyelenggarakan bebas biaya pendidikan di kabupaten ini.
“Bagi saya tetap saya lanjutkan, tidak ada cerita apa yang sudah bagus kita hilangkan, tidak bisa, namanya pekerja pelayanan pemerintah apa yang sudah dibuat bagus oleh pendahulu-pendahulu kita wajib lakukan kita itu. Kecuali masyarakat komplain jangan ada lagi ok, kalau masih butuh kami tetap lanjutkan,” kata Bupati kepada wartawan, usai melakukan inspeksi dadakan dan monitoring di sejumlah sekolah, beberapa waktu terakhir.

Dibawah kepemimpinannya, Bupati juga berjanji akan memberikan pelayanan yang terbaikk untuk kepentingan masyarakat. Program pendidikan gratis merupakan bagian pelayanan mendasar, sehingga bantuan pendidikan yang sudah diberikan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua.

Bupati juga berharap jangan lagi ada yang putus sekolah karena biaya pendidikan. Serta kepada anak-anak di kabupaten ini harus serius dan rajin belajar, sehingga apa yang menjadi cita-cita dirinya dan negara dapat terwujud.

Oleh sebab itu, melalui beberapa hal yang telah di cenangkan Bupati juga menegakan akan juga turut memperhatikan dan memberdayakan tenaga kerja guru menjadi lebih baik.

“Kita tidak bisa terlepas dari tu. Pelayanan terbaik bisa diberikan apabila petugas pelayannya juga sejahtera. Apabila gurunya sehat, dan sejahtera, dan memang itu kondisional. Beberapa guru sampai hari ini juga banyak yang belum mempunyai tempat tinggal,”Paparnya (ian)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.