Berdayakan Putra Putri Asli Papua Dengan Belajar Batik Cap,Tulis Dan Batik Press

Peserta yang sedang berlatih.

Lensapapua–  Sebanyak 20 peserta yang mayoritas putra putri asli Papua, Senin (2/6) pagi, mengadakan praktek   tentang  dasar-dasar  bagaimana cara membatik yang baik dan benar, sehingga mereka diharapkan dapat memperoleh hasil yang optimal.

Kegiatan tersebut, diselenggarakan oleh Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Sorong, dalam rangka peningkatan  sumber daya manusia (SDM) di bidang  keterampilan yang salah satunya adalah kegiatan pelatihan batik press.

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Sorong Dorkas Kanapau, BA mengatakan, kegiatan ini dalam rangka membuka peluang kerja baru bagi masyarakat putus sekolah dalam menangkap berbagai peluang, salah satu di antaranya adalah di bidang membatik.

Menurutnya, kelompok yang diambil dari peserta tersebut adalah warga yang tinggal di sekitar perumahan Pemda Aimas, sehingga jika sewaktu-waktu telah ahli dalam pekerjaan ini dan ada orderan, bisa  diterima serta mudah untuk diakomodir.

“Banyak hal yang sudah kita berdayakan, bahkan hasilnya sudah kita nikmati, yang salah satunya adalah membangun balai pertemuan dari hasil kerajinan yang telah dibina selama ini. Ditambah juga  bantuan dari Bupati Sorong dan Tim Penggerak PKK setempat,” katanya.

Ia berharap kepada peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik. Jika ada sesuatu yang kurang paham bisa ditanyakan langsung kepada dua instruktur yang didatangkan dari Yogyakarta.

“Kegiatan praktek ini penting. Artinya, para peserta akan mengetahui secara langsung terkait dengan pekerjaan membatik dan membuka peluang dalam rangka peningkatan kemampuan  serta memberi azas manfaat bagi peserta untuk mengembangkan usaha ini pada waktu-waktu yang akan datang,” harapnya.

Menurut salah satu instruktur, ada berbagai kesiapan yang perlu diperhatikan, yakni meja kerja dengan ukuran tinggi 90 cm, panjang dan lebar 100 cm. Di atas meja tersebut ditata secara simetris, dimana lapisan yang pertama dibentang karpet plastik, spon, kertas semen dan dilapisi selimut dan lapisan paling terakhir kertas minyak.

Setelah siap semuanya, baru disirami air disesuaikan kebutuhan. Dengan harapan akan memperoleh hasil yang optimal.  Sedangkan kain sebagai bahan dasar membatik harus yang berasal dari  katun, serta berbagai teknik lainnya, sehingga bisa menghasilkan batik yang  siap pakai sesuai dengan  harapan. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.