banner 728x250

Pemkab Sorong Gelar Pelatihan Batik Ecoprint Berbahan Dedaunan

Dharma wanita
banner 120x600
banner 468x60
Ketua Dharma wanita Persatuan Kab Sorong. Ny. Linda Japsenang

Lensapapua– Penjabat Bupati Yan Piet Mosso, S.Sos, MM, melalui Asisten III Setda Kepas Kalasuat, S.Pd, M.Pd, menuturkan batik ecoprint digunakan dari bahan-bahan alam.

 

banner 325x300

Dalam beberapa tahun belakangan ini, kain batik menjadi trend busana sangat terkenal dan menarik.

 

Bahkan, tidak terbatas pada batik tulis dan cap saja. Sekarang berkembang lagi batik kontemporer, salah satunya batik ecoprint.

 

Sesuai dengan nama eco  dari kata ekosistem (alam). Sedangkan print dapat dianalogikan mencetak, jelas Kepas, mengutip sambutan Pj. Bupati Sorong, saat  membuka berlangsungnya pelatihan ecoprint diikuti pengurus dan anggota DWP daerah ini.

Kepas Kalasuat, Asisten III Setda Kab Sorong

Lebih lanjut, batik ekoprint dibuat dengan cara mencetak bahan-bahan yang ada di dalam  alam. Salah satunya adalah daun.

 

Batik ecoprint merupakan batik yang digunakan berasal dari bahan-bahan alam sebagai media cetak serta warnanya. Sistemnya pun dengan menjiblak dedaunan.

 

Dan, setelah berproses selanjutnya   direbus motif batik ecoprint nantinya  akan kelihatan lebih kontemporer. Dibandingkan dari batik menggambar atau mencetak dengan motif klasik, urai Kepas.

 

Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Linda Japsenang mengatakan dengan mengikuti kegiatan pelatihan batik ecoprint, dia berharap kepada peserta bisa menularkan kepada yang lain untuk menjadi ketrampilan bagi suatu ekonomi kreatif.

 

Selain dengan ketrampilan membatik, tentu kita berharap dapat menambah pendapatan bagi perekonomian keluarga.

 

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan DWP  Ny Yuli Samori  meminta dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat menambah SDM anggota dharma wanita di  Kabupaten Sorong.

 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, dan berakhir Sabtu 1 Oktober 2022, dia berharap melalui pelatihan membatik ini bisa menjadi suatu nilai seni, yang memiliki nilai jual pada orang lain.

 

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, ungkap dia,  bersumber dari dana hibah Pemkab Sorong sebesar Rp 49 juta.

 

Acara pembukaan kegiatan pelatihan ini ditandai  dengan pengalungan tanda peserta. Serta sesi foto bersama. (rim/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.