200 Guru Se-Kabupaten Sorong Ikut Pelatihan Kompetensi

Lensapapua, Peningkatan mutu pendidikan berdasarkan peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diseriusi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong dengan menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam pengembangan Keprofesian berkelanjutan yang dilaksanakan di aula Aquarius House, Aimas Kabupaten Sorong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat mengatakan fungsi guru yakni ada 3, yakni mengajar, mendidik dan melatih, oleh karenanya pengembangan kompetensi guru harus dilakukan, mengingat selama ini masih ada guru yang belum memenuhi aturan seperti harus sarjana strata satu, dan belum tersertifikasi, dengan demikian dinas pendidikan berupaya mempercepat peningkatan dimaksud melalui pelatihan dan pengiriman guru untuk menyelesaikan studi kejenjang sarjana strata satu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat. Dok/red
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Kepas Kalasuat. Dok/red

“Yang belum tercapai dan juga penting untuk bagaimana meningkatkan mutu pendidikan Kabupaten, dari tahun 2010 sampai tahun 2015 itu kita bekerjasama dengan Unima Manado, selain meningkatkan kesarjanaan, juga sertifikasi guru yang harus punya nilai standar 75, karena jika tidak maka harus ditingkatkan kemudian” kata Kepas Kalasuat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kualitas Guru, Romanus Rasid menjelaskan untuk kegiatan pelatihan pengembangan kompetensi guru tahun 2018 difokuskan untuk 50 guru TK dan 150 guru SD, dengan harapan setelah pelatihan ini peserta pelatihan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Kepala Bidang Pengembangan Kualitas Guru, Romanus Rasid. Dok/red
Kepala Bidang Pengembangan Kualitas Guru, Romanus Rasid. Dok/red

“Kita masih fokus kepada guru TK dan guru SD, TK negeri maupun swasta juga Sama juga di SD dari SD Negeri Inpres dan juga swasta semua sekolah yang gurunya masih belum mencapai standar kompetensi yaitu 75 dan prioritas yang belum mengikuti PKB tahun 2017, peserta keseluruhan untuk TK 50 orang untuk SD 150 orang sehingga semuanya 200 orang peserta, dilaksanakan selama 5 hari, pelaksanaan Pengembangan Keprofesioan Berkelanjutan (PKB) ini target yang kita inginkan adalah meningkatnya kompetensi bagi guru peserta PKB” kata Romanus Rasid.

Pelatihan ini melibatkan Instruktur nasional berkompeten, setelah selesai pelatihan, akan diadakan post test yang dilaksanakan, tim penguji dari pusat, dengan menggunakan sistem ujian secara online ini sesuai dengan aturan yang berlaku. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.