100 Guru SD se- Kabupaten Sorong Ikuti Program Guru Pembelajar Dengan MODA Tatap Muka

20161114_140419

Lensapapua-  Mewakili kepala dinas, Romanus Rasid, S.Pd., M.MPd., Kepala bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pada dinas P dan P Kabupaten Sorong mengemukakan, mulai hari ini 14-22 November 2016, dinas melaksanakan kegiatan pembelajar guru dengan MODA tatap muka yang diikuti peserta 100 guru SD dari berbagai sekolah se-Kabupaten Sorong. Senin (14/11)

Sasaran program guru pembelajar secara nasional menggunakan dua MODA yakni MODA Daring, artinya guru belajar dalam jaringan lewat internet, dan MODA tatap muka artinya antara guru sebagai pembelajar dengan instruktur nasional bertatapan muka secara langsung dengan berbagai bahan yang didiskusikan bahkan diikuti dengan tanya jawab latihan-latihan soal dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru-guru yang ada disetiap sekolah yang ada didaerah ini.

Dikatakan Rasid, ada perbedaan antara guru pembelajar dengan pelatihan guru mata pelajaran, kalau guru mata pelajaran guru harus sebagai obyek atau guru lebih pasif dan lebih banyak materi diisi instruktur, sedangkan guru pembelajar guru diposisikan sebagai subyek atau lebih proaktif untuk belajar dibawah bimbingan instruktur.bahkan program guru pembelajar ini berlaku seumur hidup.

img_7570

Guru pembelajar artinya guru yang selalu meng-update atau menambah pengetahuannya sesuai perkembangan zaman dan perkembangan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Untuk program MODA Daring menjadi kewajiban tanggungjawab pemerintah pusat dalam pelaksanaannya maupun pembiayaan, sedangkan penyelenggaraan MODA tatap muka menjadi kewajiban dan tanggunjawab pemerintah daerah setempat.

Target yang dicapai guru pembelajar secara nasional melalui Kemendikbud, disusun dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah)  secara bertahap 2016 diharapkan seluruh guru dapat mencapai target nilai kompetensi 65.tahun 2017 dengan target nilai kompetensi 70,capaian minimal kompentensi tahun 2018 diharapkan bisa menjadi 75 dan tahun 2019 diharapkan bisa mencapai target kompetensi minimal 80, beber Rasid.

Diharapkan melalui program kegiatan ini seluruh guru-guru yang ada bisa mengikuti berbagai materi dengan baik, sehingga kedepan kompetensi guru lebih meningkat serta bisa daya saing diluar daerah Kabupaten Sorong, harap Rasid.  RED

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.