banner 728x250

Unipa Bangun Server Pusat Penyimpan Data Berbagai Bahasa

banner 120x600
banner 468x60

20140908_162937

Lensapapua – Universitas Negeri Papua (Unipa) saat ini sedang membangun server sebagai pusat informasi untuk menyimpan data-data bahasa  se-tanah Papua yang bisa disimpan dalam jangka waktu 50 hingga 100 tahun, ujar Rektor Unipa Dr. Suriel Mofu di Aimas, Senin (8/9).

banner 325x300

Selain data-data bahasa  yang disimpan dalam bentuk audio visual maupun data-data elektronik  microsofot word dan lain sebagainya yang disimpan dalam sistim penyimpanan data. Kami juga mendapat bantuan dari salah satu institusi Jerman senilai 750 Euro yang langsung didatangkan dari sana (Jerman), dan saat ini sudah ada di Unipa dalam proses pemasangan.

Dalam waktu dekat akan menjadi pusat penyimpanan data   terbesar se—Asia pasifik.  Di dunia da sekitar 16 pusat data dimana ada 5 di Benua Amerika,   di Benua Eropa, Australia dan Afrika masing ada 3,  dan saat ini ada kolega dari Jerman yang saat ini berada di unipa untuk membantu tenaga kami.

Dengan adanya penyimpanan data ini agar bisa menyimpan data-data pemerintah maupun semua data yang ada di tanah Papua ini dan bisa  digunakan untuk pembangunan di daerah,  baik Papua Barat maupun Papua, katanya.

Kita akan menjadi pusat informasi arsip yang menyimpan data-data bahasa dalam bentuk digital yang akan diakses dari seluruh dunia. Jadi semua penelitian yang dilakukan di Papua  tidak bisa dibawa keluar. Dengan teknologi modern saat ini data tersebut, bisa diakses dari negara yang ada di belahan bumi ini.

Untuk persiapan ini Kepala Pusat Komputer Unipa telah dikirim ke Belanda untuk mengikuti pelatihan, dan balik dari Belanda  dalam rangka pemasangan server dimaksud.

Hal-hal lain dimana kemarin saat wisuda di Unipa telah saya umumkan bahwa di lembaga pendidikan ini telah meraih berbagai prestasi baik  tingkat nasional dan dunia, yang salah satunya adalah penghargaan internasional OSCAR Aworld dari London  atas penghargaan dari Peniliti Unipa melalui salah satu guru besar menemukan tiga marga baru palem yang telah dipublikasikan untuk menambah koleksi spesies  palem-palem di dunia, tambahnya. (rim/Red)

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.