Tidak Pantas Seorang Kepala Daerah Lontarkan Statement Pembangunan Bandara Internasional Segun “Hanya Sebuah Mimpi”

Marthen Nebore, S.Sos.,M,Si., Kabag Humas Pemkab Sorong.

Lensapapua-  Kabag Humas Pemkab Sorong Marthen Nebore, S,Sos.,M,Si. Mengemukakan, sebagai pemerintah daerah tugasnya adalah membangun daerah yang dipimpinnya, baik itu membangun dari bidang infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan, sosial ekonomi, dan terutama membangun Sumberdaya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Khusus untuk tahun 2016 ini Pemkab Sorong memperioritaskan pembangunan pada  bidang infrastruktur, sehingga mulai masa periode kedua 2012-2017 Bupati Stepanus Malak, sudah melakukan berbagai kebijakan yang strategis untuk membangun dari semua akses  dan semua Lini.

Oleh karena itu, kedepan pembangunan yang sudah diprioritaskan dari pemerintah pusat, semua daerah harus bisa menyikapinya dengan baik, baik itu pembangunan berskala nasional maupun berskala internasional.

Hal ini dikatakan Nebore terkait dengan adanya statement dari pemerintah Kota Sorong dan Gubernur Papua Barat yang menyatakan bahwa “ pembangunan Bandara Internasioanal Segun” yang sedang dibangun pemerintah daerah Kabupaten Sorong adalah hanya sebuah “mimpi”.

Pembangunan Bandara internasional Segun adalah  “ Hanya sebuah Mimpi” kata ini bukan statement atau bukanlah bahasa yang baik atau bukan bahasa membangun dari seorang pemimpin daerah. Jadi sangat tidak pantas jika seorang kepala daerah bisa mengeluarkan bahasa seperti ini, apalagi disaat wartawan mempertanyakan hal ini kepada Presiden RI saat berkunjung di Kota Sorong. Lalu pertanyaan tersebut dijawab oleh Gubernur Papua Barat dan Wallikota Sorong, tegas Nebore.

Lanjut dikatakan Nebore, membangun sebuah daerah itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, tentu butuh perjuangan, kerja keras dan sinergitas dari semua elemen, dan pembangunan yang telah dilakukan oleh Bupati Stepanus Malak bukanlah pembangunan khayalan, tetapi pembangunan yang sudah jelas dan nyata bisa dinikmati seluruh masyarakat yang ada didarah ini, tegas Nebore.

Ditambahkan Nebore, lagian bukan tupoksi Walikota Sorong untuk menjawab pertanyaan yang ditujukan wartawan kepada Presiden, seharusnya Presidenlah yang punya kewenangan untuk menjawab pertanyaan tersebut, imbuh Nebore.

Oleh sebab itu Nebore berharap, kiranya sebagai kepala daerah seharusnya dapat memberikan pemikiran-pemikiran atau arahan-arahan yang bisa membangun pola pikir masyarakat kearah yang lebih baik agar masyarakat dengan mudah bisa lebih memahami, jangan hanya karena adanya kepentingan lalu terkesan saling menjatuhkan satu sama lainnya.

Termasuk dengan pentingnya koordinasi antar lintas pemimpin dari semua daerah se-Sorong Raya, dalam hal ini disaat Presiden RI berkunjung di Kota Sorong, seharusnya Walikota Sorong berkoordinasi dengan semua kepala daerah yang ada, karena kehadiran Presiden RI konteksnya kan secara nasional, maka sangat perlu melibatkan semua kepala daerah, supaya terlihat adanya kebersamaan, kekompakan diantara semua pimpinan daerah. Pungkas Nebore.  Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.