banner 728x250

SKK Migas Harus Merawat Berbagai Sumur Yang Ada

banner 120x600
banner 468x60

Bupati Sorong, saat bertukar cindera mata dgn SKK Migas Pamalu

Lensapapua – Rapat koordinasi antara pemerintah daerah Kabupaten Sorong bersama SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang bergerak dibidang Minyak danGas (Migas) dilaksanakan diaula Bappeda Kabupaten Sorong.Selasa (17/2)

banner 325x300

Rapat tersebut untuk menyikapi harga Minyak dunia yang terus menurun, yang berdampak juga bagi kita daerah ini, khususnya dilapangan bagian produksi masing-masing, agar jangan sampai dikarenakan oleh situasi tersebut pihak perusahaan yang bergerak dibidang Migas mengalami hal-hal yang merugikan, seperti biaya cost yang cukup tinggi, sedangkan harga minyak menurun, tentunya hal ini juga akan berdampak pada lapangan kerja.

Oleh karena itulah hal ini perlu disikapi bersama artinya kita harus berada pada level yang aman dan jangan sampai membawa resiko, solusinya ya tentu terus berjalan dengan harus terus memperhatikan yang layak secara ekonomis dan memperhatikan aspek ketenagakerjaan, jelasnya.

Kaitan dengan hal ini, kata Bupati ini hanya bersifat himbauan saja supaya tidak berisiko, diantaranya harus berkoordinasi dengan pimpinan pusat maupun dengan pemerintah, artinya pekerjaan yang ada saat ini tetap dipertahankan, seperti development atau pengeboran yang baru harus dapat dikendalikan, ini tentunya juga termasuk salah satu pencegahan, artinya sumur yang ada saat ini harus dirawat, diservis untuk bisa mempertahankan produksi minyak yang ada, setelah kondisi sudah normal kembali baru perusahaan tersebut bisa kembali berekspansi, tutur Bupati.

Menurut Bupati perusahaan-perusahaan  yang  tergabung dalam SKK Migas harus bisa  merawat, memelihara dan menjaga berbagai sumur yang ada.

Kalau bangun sumur yang baru jelas membutuhkan biaya yang tinggi.  Hal ini jelas untuk mempertahankan produksi minyak. Permintaan Bupati Sorong itu, usai mengadakan rapat bersama dengan beberapa perusahaan Migas yang ada di Sorong,  Selasa (17/2)

“Tidak mungkin semua sumur yang ada akan dipertahankan selamanya, dan ini juga merupakan resiko yang harus diperhatikan.,”ujarnya.

Bahkan produksi dari semua sumur minyak yang ada berbeda-beda setidaknya harus menjaga efisiensi dan keseimbangan. Nanti setelah kondisi yang sudah ada dinilai aman, dan selanjutnya perusahaan bisa ekspansi lagi di tempat yang baru,” jelas Malak. (Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.