Published On: Sab, Nov 3rd, 2018

Dispar Biak Numfor Upayakan Biak Sebagai KEK Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny Dangeubun. dok/red

Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny Dangeubun.Kepala Dinas Pariwisata Biak Numfor, Onny Dangeubun. dok/red

Lensapapua, Terkait dengan penetapan Biak sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata itu membutuhkan lahan minimal 80 hektar, hal ini di sampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor Onny Dangeubun di Biak, Sabtu (3/11/2018).

“80 hektar ini tidak instan, semua butuh proses, salah satu jalan supaya kita mendapatkan kawasan ekonomi khusus percepatan pembangunan pariwisata lewat lokomotif, untuk itu semua pihak Harus berpikir supaya proses ini bisa dipercepat,” ujarnya.

Menurutnya, upaya dari pemerintah Kabupaten Biak Numfor ibarat permainan bola, semua strategi sudah dimainkan tinggal komponen yang lain diharapkan bisa bersinergi sesuai dengan kewenangan dan kapasitas, tentunya prosesnya mesti berjalan seimbang.

“Saat ini kendalanya ada di sistem dan mekanisme serta pendekatan yang kita kembangkan untuk itu yang harus kita bangun adalah advokasi, komunikasi dan edukasi yang tepat supaya aspek penerimaan dari masyarakat bisa cepat,” tutur Kadispar Biak.

Ia menambahkan, untuk Sumber daya manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten fokus di empat pelatihan yakni kuliner, handicraft, pelatihan tata kelola destinasi dan memastikan semua SDM itu memiliki sertifikasi dan standar pelayanan yang sama.

“Dengan begitu, kita bisa memastikan distribusi pendapatan itu bisa menetes secara merata, jadi semua segmen semua komponen yang bergerak di jasa dan usaha wisata bisa dapat manfaat, Siapa yang dapat banyak, tergantung kerja kerasnya,” jelasnya.

Kadispar Biak Numfor menjelaskan kebutuhan promosi untuk tahun lalu dan tahun ini didanai oleh dana alokasi umum dan bagi hasil pajak sehingga belum secara maksimal dilakukan tetapi saat ini kekuatan Promosi sementara ada di komunikasi, di media komunitas yang mempromosikan secara free, cepat dan juga sangat marketable.

Kabupaten Biak Numfor memiliki Festival Munara Wampasi yang memukau, jejak – jejak peninggalan sejarah perang dunia, hamparan pasir putih pantai – pantai yang indah. Seperti Bosnik, wari, anggopi yang luar biasa, telaga biru samares, air terjun wafsarak, bentangan kepulauan padaido dengan nyiur melambai nan indah, serta taman laut yang mempesona dan masih banyak lagi potensi wisata lainnya di Biak Numfor.

Selain potensi wisata, banyak hal yang bisa ditunjukkan kepada dunia lewat berbagai kegiatan ekonomi kreatif, yaitu Noken (Tas Rajut khas papua) yang sudah diakui menjadi warisan budaya dunia oleh Unesco pada 4 desember 2012 lalu.

“Saya ingin mempromosikan Papua secara umum dan khususnya Kabupaten Biak Numfor sebagai salah satu destinasi utama atau prioritas pariwisata di Provinsi Papua yang patut dikunjungi sebagai manifestasi dari TAGLINE “Kenali Negerimu dan Cintai Negerimu”, tutur Kadispar Biak.

Ia menambahkan, untuk konsep pemasaran kita masih tetap pakai Pesona Biak dan Enjoy Biak dan tahun ini di Biak sudah di bangun pusat informasi wisata yang akan diterapkan di tahun depan berbasis digital sehingga bisa menjadi media atau kanal yang baik bagi semua orang untuk mengenal Biak. red

https://www.lensapapua.com/wp-content/uploads/2018/02/new-header.png

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>