BKKBN Perwakilan Provinsi Papua Bentuk Rumah Dataku Di Setiap Kampung KB

Lensapapua, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan provinsi Papua melakukan pertemuan Desiminasi dan Advokasi pemanfaatan data parameter, profil program KKBPK dalam perencanaan pembangunan daerah dan penguatan pengembangan Rumah dataku tingkat kabupaten di Kabupaten Biak numfor, Rabu (20/3/2019).

Dalam sambutannya Sekda Kabupaten Biak Numfor Markus O Mansnembra memberikan apresiasi kepada pihak perwakilan Bkkbn Provinsi Papua yang telah memberikan perhatian dan meluangkan waktu untuk menyelenggarakan kegiatan ini di kabupaten Biak numfor, sehingga akan dilakukan semacam pendampingan kepada OPD atau DP3AKB bisa menyusun RPJMD, Renstra dan RKPD.

“Jadi nanti dalam pendampingan ini juga disiapkan tenaga-tenaga lapangan kita untuk bagaimana melakukan pendampingan dan belajar untuk mempersiapkan data data pada desa desa atau kampung kampung KB di Biak Numfor” Ujar Sekda.

Sementara itu Bapak Suwardi dari perwakilan BKKBN Provinsi Papua menjelaskan bahwa mengacu pada undang-undang nomor 23 tahun 2014 BKKBN memberi fasilitasi pada pemerintah daerah khususnya OPD DP3AKB di tingkat kabupaten.

“Kami akan memberikan fasilitas terkait dengan advokasi parameter di Kabupaten Biak Numfor yang kebetulan baru saja ada pelantikan Bupati, jadi dalam peraturan paling lama 6 bulan Pak Bupati harus menyusun RPJMD dan dari BKKBN hari ini memberikan fasilitas yg terkait dengan penyusunan RPJMD,” tuturnya.

Suwardi berharap data-data dari BKKBN serta isu-isu kependudukan nanti bisa dimasukkan dalam dokumen RPJMD sehingga minimal 5 tahun kedepan kegiatan-kegiatan program BKKBN ini bisa ada anggarannya dari pemerintah daerah.

“Harapanya terkait dengan data dalam penyusunan RPJMD bisa disinkronkan harus menggunakan data yang valid dan aktif, data itu betul-betul ada di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan dari BKKBN juga ada rumah dataku yang harapannya disetiap Kampung Keluarga Berencana ada rumah data kependudukan dengan adanya rumah data ini data data profil kependudukan di kampung bisa terpampang di rumah data tersebut.

“Jadi siapa saja yang datang ke kampung tidak usah tanya kepada kepala desa atau masyarakat tapi hanya dengan membaca data tersebut, dengan adanya rumah data ini menjadi pusat intervensi untuk peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat di kampung tersebut, serta bisa menjadi kampung percontohan sehingga kampung yang lain akan ikut untuk membentuk Kampung KB. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.