banner 728x250

Bandara Internasional Segun 3 In 1

banner 120x600
banner 468x60

Ir.Natanael.M,Si.Kadis Perhubungan Kabupaten Sorong

Lensapapua–   Pembangunan bandara internasional Segun tentu dimulai dari tahapan yang sudah ada standarisasinya seperti study uji kelayakan yang kita lakukan dari tahun 2009 hingga tahun 2011.Kata Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Sorong Ir.Natanael.M,Si.Rabu 4/3.

banner 325x300

Produk dari Study kelayakan tersebut namanya izin prinsip yang ditandatangani Dirjen perhubungan udara Harri Bakti, Januari tahun 2011.Dilanjutkan dengan Masterplant yang biasa disebut dengan  penetapan izin lokasi dari Menteri perhubungan yang ditandatangani pada 6 April tahun 2011,selanjutnya kita tindak lanjuti dalam bentuk  konstruksi yang nama nya RTT sisi udara dan RTT sisi darat.Beber Natanael.

Dilanjutkan dengan  Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) setelah selesai dengan Amdal kembali lagi pada bagian konstruksi yang dimulai dengan anggaran dari APBN tahun 2012 dengan total anggaran 10 Milyar untuk  penimbunan RunWay pada tahun 2013 dengan panjang kurang lebih 400 Meter.

Untuk tahun 2014 ini ada kucuran alokasi  anggaran dari tim teknis sebesar Rp 50 Milyar,kami belum tau pengalokasian anggaran ini peruntukkannya  seperti apa,kita masih menunggu petunjuk dari pusat yang tentunya kerjasama dengan konsultan untuk melihat pekerjaan-pekerjaan prioritas apa yang akan didahulukan.Terangnya.

Dengan anggaran Rp 50 Milyar tersebut kita berharap dapat mempercepat terselesaikannya pekerjaan RunWay tahap awal ini.Kemudian nantinya akan dilanjutkan dengan pengerjaan TaxiWay,Epron serta pekerjaan terminal.

Sesuai dengan Masterplant, pengerjaan RunWay dikerjakan dalam 3 tahap.Untuk tahap pertama dengan panjang 1,500 meter,untuk tahap ke-2  sepanjang 2.000 meter,dan tahap ke-3 sepanjang 2,550 meter.

Harapan kita agar tahap pertama ini dapat diselesaikan terlebih dahulu dengan hasil yang maksimal agar dengan panjang RunWay yang 1,500 meter ini, pesawat wing Atr sudah bisa mendarat.

Kemudian setelah 1-2 tahun kita sudah dapat melanjutkan pembangunan RunWay berikutnya dengan panjang 2.000 meter yang nantinya pesawat sudah banyak yang bisa mendarat.Dan RunWay terakhir dengan ukuran 2.550 meter sesuai dengan amanat pada penetapan lokasi tadi.

Jika dilihat dari Masterplant nya seharusnya pembangunan RunWay tahap pertama ini bisa selesai pada tahun 2017.yang nantinya akan dioperasikan bukan hanya untuk dikomersilkan tetapi bandara ini juga untuk kebutuhan operasi Angkatan Laut.Termasuk kebutuhan kementerian perhubungan untuk maintenance pesawat.Maintenance pesawat ini yaitu daerah yang masih memiliki lahan yang cukup luas dan itu hanya ada di Segun ini.Tegasnya.

Karena dari kementerian perhubungan membutuhkan Hanggar dan untuk tempat perbaikan pesawat yang memerlukan lahan dengan luas kurang lebih 50-100 Hektar.dan kita sudah menyiapkan lahan untuk kebutuhan seperti ini.Kata Natanael.

Jika bandara ini sudah jadi maka boleh disebut dengan Tri in One,yang dalam pengertiannya dengan 3 kebutuhan dalam 1 bandara,ada kebutuhan untuk AL,kebutuhan kementerian perhubungan dan kebutuhan komersil itu sendiri.Sehingga perbaikan-perbaikan pesawat sparepart tidak perlu lagi diarahkan ketempat lain,karena dari seluruh wilayah seperti dari jayapura,merauke,dan sekitarnya Bitung,Ambon dapat terkonsentrasi diwilayah Sorong ini.Terangnya.

Dengan demikian bandara internasinal Segun ini dapat dikatakan bandara terbesar dan bandara yang sudah disiapkan dari beberapa konsep yang sedang berlangsung.baik dari segala kebutuhan maupun perbaikan pesawat dari sisi konsep parsialnya serta lahannya.

Karena sekarang ini ada konsep bahwa lokasi-lokasi dekat bandara tidak boleh bertumbuh secara liar,seperti contoh banyak bandara disini yang memiliki bangunan disekitar bandara yang tumbuh secara liar.hal seperti ini seharusnya dikelola oleh 1 Otoritas,apakah itu Otoritas Pemda atau BUMN dan yang lainnya,sehingga itu yang dinamakan Airport City.

Airport City ini harus terkelola dengan baik.dengan managemen yang baik pula.dengan ketinggian berapa,pembayaran PBB nya seperti apa,jasa komersilnya seperti apa dan lai sebagainya.

Kita berharap kedepan agar bandara kita ini yang mana kebutuhan lahannya hanya 1.000 hektar,tetapi luasan lahan disekitarnya ada sekitar 2-3.000 hektar.sementara yang kita siapkan untuk bandara hanya 1.000 hektar tapi sisa nya dapat dijadikan untuk jasa komersil.pasilitas pemukiman yang sifatnya terorganisasi dengan baik sehingga tumbuhlah satu yang namanya Airport City.Jelasnya.

Disinggung mengenai kerjasama, Natanael menjelaskan bahwa pihaknya  bekerjasama bukan hanya dengan Angkasapura saja akan tetapi kita akan melangkah lebih jauh dari itu.karena Angkasapura hanya mengelola Kordis C yang hanya dilokasi bandara itu saja.

Kita berencana bagaimana agar bisa mengelola lahan disekitar bandara itu,sehingga bisnis ini bukan lah bisnis yang sifatnya hanya mendapat subsidi dari pemerintah pusat,tapi lahan diluar bandara itu bisa memberikan subsidi kepada sumbu utama yaitu bandara ini sendiri.Dengan segala pasilitas disekitarnya dapat memberikan pertumbuhan pada bandara itu sendiri.Jelas Natanael.

Dengan demikian Implikasi pada masyarakat tentu jelas ada,kita lihat dari sisi Lost,kehilangan tanahnya memang kita bisa lihat tetapi jika dikaji kerjasama antara pemerintah daerah dan swasta untuk mengelola yang sifatnya bisnis disekitar bandara tersebut,tentu kita bisa bekerja sama dengan masyarakat tersebut.baik dari sisi PAD maupun managemen nya dan dari sisi kerjasamanya,sehingga masyarakat pun dapat memiliki kontribusi,baik dari sisi SDM dan juga dari hasil-hasil yang bisa didapatkan.

Kami sudah pernah perhitungkan bahwa dari lahan 1 hektar saja sudah dapat menampung 30-40 bangunan bungalou yang nantinya hal ini juga dapat memberikan penghasilan pada masyarakat disekitar bandara tersebut. Pungkas Natanael mengakhiri wawancaranya.( Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.