Api PON Sumber Kehangatan Yang Tak Pernah Padam

Lensapapua – Gubernur Papua, diwakili Assisten II Setda Muhammad Musaat menuturkan, pekan olahraga, api dimaknai sebagai unsur yang kompleks, dan menjadi sumber kehangatan yang tidak pernah padam.

 

Begitu pula, api yang menyala tentang kekuatan dan keutuhan, sehingga oleh karenanya api tak bisa terpisahkan dari setiap penyelenggaraan pesta olahraga nasional maupun internasional, ucap Musaat, mengutip sambutan Gubernur Papua.

 

Sementara, kobaran api adalah metafora dan semangat berkompetisi serta sportifitas untuk meraih prestasi, jelas Asisten II Setda Muhammad Musaat,  saat pelepasan kirab api PON XX tahun 202, yang berlangsung di Aimas ibu kota Kabupaten Sorong, Papua Barat, Senin (27/9-2021).

Sejarah mencatat, bahwa selama satu abad api menjadi simbol utama dalam menyelenggarakan pesta olahraga dunia. Demikian pula, dengan perhelatan Pekan Olahraga Nasional di Indonesia, dimana untuk pertama kalinya kegiatan tersebut, berlangsung di Surakarta, Jawa Tengah pada tahun 1948.

 

Dijelaskan, pengambilan api PON dari sumber api alamiah berasal dari perut bumi biasa dikenal dengan sebutan “Api Abadi”. Titik ambil api PON XX di Papua tahun 2021 dilakukan di Maladuk, Klamono- Kabupaten Sorong.

 

Lokasinya, di PLTMG Lapangan Klamono PT Pertamina Regional IV Zona XIV Field  Papua. Lokasi ini dianggap pantas sebagai pengambilan api abadi, karena kegiatan eksplorasi Migas di Kabupaten Sorong  berlokasi Klamono.

 

Bagian ini, menurutnya sejarah panjang pengeboran minyak bumi Hindia Belanda di abad ke-19.

 

Eksplorasi minyak dan gas secara khusus di Klamono sebagai tempat pertama kali ditemukan minyak dan gas di Tanah Papua dimulai tahun 1936. Dimana, hingga saat ini sudah berusia lebih dari 85 tahun

Maka, sudah selayaknya pengambilan api PON XX ini dilaksanakan di Provinsi Papua mengambil sumber api abadi sebagai gas alam yang ada di Klamono.

 

Bahkan, di wilayah Klamono merupakan ditemukan minyak dan gas pertama kali di Tanah Papua, yang hingga kini penyediaan Migas menjadi berperan penting dalam kehidupan manusia sejak abad ke-20, urai Gubernur Papua.

 

Pelepasan kirab api PON XX tahun 2021ini oleh Wagub Papua Barat Mohamad Lakotani, serta  turut dihadiri Bupati Sorong Johny Kamuru, Wabup Sorong Suka Harjono, Wali Kota Sorong Ec. Lambert Jitmau, serta sejumlah pejabat tinggi sipil, TNI, Polri maupun sejumlah tamu undangan.

Kontingen pembawa kirab api PON XX tahun 2021 Papua akan melewati jalur udara, dengan rute Sorong, Biak, Timika, Wamena, Merauke, Kabupaten Jayapura dan  finish Stadion Lucas Enembe Jayapura pada 2 Oktober mendatang. (Rim/red)

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.