Masuk Tidak Bawa Uang Keluar Rasa Nyaman Semua Berkat JKN-KIS

Yan. Peserta JKN-KIS

Lensapapua–   “Masuk tidak bawa uang, keluar rasa aman”. Kalimat tersebut mengungkapkan pengalaman pertamanya menggunakan kartu JKN-KIS.

 

Yan Irianto (44 tahun), seorang pegawai swasta yang bekerja pada sebuah perbankan di Wamena ini membagi kisahnya menggunakan kartu JKN-KIS.
Ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Wamena usai memberikan materi.

 

Ia bercerita pada akhir tahun 2016 saat dia masih bertugas di Jayapura, ia sempat mengambil cuti hampir 3 bulan untuk berkebun dan membuka lahan di kabupaten Keerom. Di akhir bulan ia jatuh sakit hingga tak bisa jalan.

 

Hal ini disebabkan oleh malaria tersiana dan tropika yang menyerangnya hingga stadium 3.
“Saya tidak bisa jalan, saya digotong oleh tetangga dan dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Lantamal X.

 

Dokter bilang malaria ini sudah parah, kalau fisik tidak kuat maka bisa sampai menyebabkan lupa ingatan. Ini karena panas saya yang sangat tinggi dan tulang-tulang saya semua sakit,” ujar Yan.

Ia menuturkan, saat masuk rumah sakit, petugas sempat menanyakan atas kepemilikan kartu JKN. Kebetulan saat itu ia membawa kartu JKN-KIS nya yang didapatkan dari tempatnya bekerja. Yan sendiri terdaftar sebagai pegawai swasta dengan hak kelas 1.

“Saat itu pertama kalinya saya menggunakan kartu JKN-KIS. Saya tidak sangka sama sekali menggunakan kartu itu saya dilayani dengan sangat baik. Jujur saya sebelumnya tidak pernah menggunakannya, karena jarang sakit.

 

Walaupun berobat juga saya menggunakan biaya pribadi. Selama hampir 1 minggu saya dirawat saya merasa was-was, jangan sampai saya lama di rumah sakit karena saya tahu biaya rawat inap mahal. Tapi dokter menyarankan untuk sembuh total dulu baru dibolehka pulang,” ucapnya.

 

Yan teregun, ia dibolehkan pulang tanpa membayar sepeserpun. Karena tidak percaya, ia bolak-balik ke loket untuk menegaskan namun jawaban yang sama ia terima “tidak ada biaya” dan ia dipersilahkan pulang. Ia terharu dan sempat menangis, di tengah sakit dan kesulitan biaya saat itu, karena uangnya sama sekali habis untuk pembongkaran lahan dan pertanian namun ia mendapatkan berkat yang luar biasa.

 

Ia sudah membayangkan dengan pelayanan sebaik itu dengan waktu rawat inap yang cukup lama maka ia akan membayar 6-7 jutaan.

 

Dari pengalaman tersebut tak jarang ia membagikan kisahnya dan menganjurkan siapapun yang ia kenal untuk mendaftarkan dirinya kedalam Program JKN-KIS.

 

“Semoga BPJS Kesehatan bisa masuk ke daerah-daerah maupun kampung-kampung dimana masyarakatnya belum mengenal manfaat Program JKN-KIS. Dari saya sembuh dan bebas di biaya itu, saya bersaksi kepada para petani, kepada ekonomi lemah saya sarankan mengambi kelas yang rendah, tapi petani yang sukses saya arahkan kelebih tinggi,”tuturnya

Hingga saat, apabila Yan jatuh sakit, ia selalu menggunakan kartu JKN-KIS nya dan tidak membayar swasta lagi.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Kesehatan karena saya sebagai orang kecil sangat merasakan manfaat yang sangat besar itu.

 

Saya juga mengucapkan banyak terima kasih karena BPJS Kesehatan sudah berusaha semaksimal mungkin sampai masuk ke daerah-daerah yang sulit terjangkau di jalan darat jadi saya punya harapan kedepan semoga kita yang sudah mengenal BPJS Kesehatan mari kita sampaikan ke masyarakat yang ada disekitar kita yang belum mengenal sama sekali program ini. Seperti yang sudah saya rasakan, terima kasih BPJS Kesehatan,”tutup Yan. (Red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *