Tak Kenal Usia, Yosina Tak Mau Kalah Saing Dengan Kaum Muda Dalam Manfaatkan Mobile JKN


Lensapapua, Per 1 Januari 2019 seluruh masyarakat Indonesia diwajibkan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Tak ada kata terlambat untuk kesehatan”, merupakan pendapat Yosina Tuasela (61) seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Nasional, KM 12, Sorong, Papua Barat. Yosina yang saat ditemui tim Jamkesnews menceritakan niatnya untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Rabu (20/03).
“Dulu saya tidak punya kartu JKN-KIS, tapi di lingkungan saya selalu berbagi cerita dalam memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan ini, bapak (suami) sudah meninggal, dan 2 anak saya sudah berkeluarga. Jadi saya ikut mendaftar sebagai peserta mandiri dikelas 3, dan Puji Tuhan semuanya diberi kelancaran dalam mengurusnya,” cerita ibu dari 3 anak ini.
“Setelah mengurus autodebet saya, saya ke kantor dan tertarik mencoba aplikasi Mobile JKN ini, saya dituntun Satpam untuk ke Stand Anjungan Mobile JKN dan setelah mempelajarinya aplikasi ini akan mempermudah pengurusan saya jika sewaktu-waktu ingin mengubah data atau fasilitas kesehatan dan urusan lain tanpa harus ke kantor BPJS Kesehatan,” .
Mobile JKN merupakan sebuah aplikasi dari BPJS Kesehatan berbasis aplikasi di smartphone untuk mempermudah peserta JKN-KIS dalam menggunakan fitur-fitur Program JKN-KIS seperti mendaftar, mengubah data peserta dan mengubah fasilitas kesehatan peserta.
Yosina mengaku sangat cepat belajar dalam menggunakan aplikasi mobile JKN tersebut setelah diperkenalkan petugas di Anjungan Mobile JKN.
“Aplikasinya sangat mudah, saya cepat mengerti dan sudah bisa menggunakan berbagai fitur, sekarang saya sudah tidak perlu lagi naik angkutan umum sendiri atau merepotkan anak saya hanya untuk ke kantor BPJS Kesehatan untuk urusan-urusan yang bisa diatasi di Mobile JKN,” tuturnya.
Seorang nenek dari 1 cucu ini menceritakan bahwa diusianya yang sudah tidak muda lagi, mengantri dan bepergian sendiri menggunakan angkutn umum atau meminta sang anak mengantar hanya untuk mengubah data kepesertaannya tidak diperlukan lagi karena sudah merasa sangat terbantu dengan adanya Mobile JKN.
“Meskipun sudah tidak muda lagi, saya tidak mau kalah update mengenai manfaat aplikasi Mobile JKN ini, dengan kaum muda millennial,” tutupnya sambil bercanda. red/TR/ws

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.