Spot Check, BPJS Kesehatan Pastikan Penerima Manfaat Tepat Sasaran

Lensapapua, Untuk memastikan kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN telah terdistribusi secara tepat sasaran kepada masyarakat, BPJS Kesehatan rutin melakukan spot check ke lapangan untuk langsung memastikan kartu tersebut sampai ke masyarakat yang menerima.

Kali ini, giliran Kampung Warsambin Distrik Teluk Mayalibit yang berada di Kabupaten Raja Ampat, Sorong, Papua Barat. Dalam penyerahan distribusi kartu JKN-KIS tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Raja Ampat Rijal Rullah menyatakan distribusi langsung ini merupakan upaya BPJS Kesehatan dalam memastikan setiap kartu JKN-KIS dapat diterima langsung oleh peserta yang berhak.

“Selain itu juga untuk memastikan bahwa identitas pada kartu peserta JKN-KIS seperti nama, tempat tanggal lahir, alamat, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) sudah sesuai dengan data yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan juga Kartu Kelurga (KK),” jelasnya, Jumat (07/08/2020).

Rijal menambahkan, upaya spot check ini dilakukan dengan metode sampling dengan merujuk pada data pemanfaatan kartu JKN-KIS. Tidak hanya di Kabupaten Raja Ampat, spot check ini secara bertahap telah dilaksanakan di seluruh wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sorong yang meliputi Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Maybrat.

Selain dari dana APBN, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat turut mendukung Program JKN-KIS dengan menjamin masyarakat Kabupaten Raja Ampat yang belum ditanggung oleh PBI APBN dengan sumber dana APBD.

Kepala Kampung Warsambin Distrik Teluk Mayalibit, Yunus Mambrasar menyambut baik penyerahan kartu JKN-KIS bagi warganya serta menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan atas penyerahan kartu JKN-KIS tersebut.

“Kami sangat bersyukur distribusi kartu JKN-KIS ini bisa sampai ke masyarakat langsung. Segmen penerima bantuan iuran ini berasal dari golongan yang tidak mampu, kebanyakan tinggal di kampung. Dulu karena belum ada Program JKN-KIS ini, masyarakat biasanya tidak berani berobat saat sakit. Kini dengan adanya kartu JKN-KIS yang telah diterima ini kami dapat melihat peningkatan kesejahteraan masyarakat disini,” tutur Yunus. whd/red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.