banner 728x250 banner 728x250

Sebanyak 41 Kader dan Petugas Gizi Ikuti Sosialisasi Pemberian Makanan Pada Bayi

Mustika A. Matto. MPH. Kepala seksi kesehatan keluarga dan gizi PD dinas kesehatan Kabsor
banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua – Pemkab Sorong melalui dinas kesehatan selenggarakan Sosialisasi pemberian makanan pada bayi dan anak, dengan diikuti peserta yang terdiri dari petugas gizi dari 21 Puskesmas dan kader kader Posyandu dari distrik Aimas dan distrik Maryat. Para kader ini bersumber dari daerah-daerah lokus stunting. Terang Mustika A. Matto, MPH. Jumat (02-12/22)

banner 325x300

 

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yang dimulai dari hari ini dan besok dengan tujuan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan terhadap petugas gizi Puskesmas dan kader posyandu dalam rangka percepatan penurunan kasus-kasus stunting di wilayah Kabupaten Sorong.

Lanjut Mustika, pemberian makanan pada bayi ada beberapa tahapan dalam pemberian makanan karena tahapan-tahapan ini adalah sangat urgent atau prioritas.

 

Ketika ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang bergizi asupan makanan yang bergizi, kemudian setelah lahir bayinya harus di Inisiasi Menyusui Dini (IMD) jadi setelah lahir 1 jam Setelah itu harus  diberikan ASI kepada anaknya atau bayinya.

 

Untuk anaknya itu harus diberikan 0 sampai 6 bulan ASI eksklusif setelah 6 bulan itu kemudian diberikan makanan pendamping ASI jadi, setelah diberikan asik kemudian diajarkan makanan-makanan secara bertahap sesuai dengan usianya.

Mustika A. Matto. MPH. Kepala seksi kesehatan keluarga dan gizi PD dinas kesehatan Kabsor

Jadi sebenarnya ini adalah teori tetapi, nanti prakteknya di keluarga masing-masing, dengan sasarannya yaitu ibu hamil bayi dan balita.

 

jadi makanan-makanan tersebut adalah makanan yang ada dikeluarga, tetapi kita mengajarkan bagaimana pengolahannya kemudian makanan-makanan mana yang asupan gizinya bagus atau bahan-bahan yang berkualitas bagus untuk diberikan kepada bayi dan balita.

 

Lanjut Tika, program ini adalah  program dari Kementerian Kesehatan, jadi kalau cuman memberi semua orang bisa memberi, tetapi ketika ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan cara pemberiannya tekstur bahannya konsistensi bahannya, higienisnya amannya itu yang harus diperhatikan. Jadi tahapan-tahapan itu yang di ajarkan kepada kader dan petugas gizi.

 

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari dinas kesehatan provinsi, beliau adalah memang fasilitator provinsi kemudian kami yang sudah pernah dilatih di dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong jadi ada dua pemateri pada kegiatan ini yang berlangsung selama dua hari.

 

Hari ini khusus teori dan besok kita akan praktek, dengan harapan terakhir kepada 41 peserta ini. menurut penelitian dengan memberikan PMB yang baik itu akan menurunkan kasus-kasus Stunting

 

Karena Kita tahu bersama  terjadinya kasus stunting adalah karena asupan gizi atau gangguan gizi di masa kehamilan sampai usia 2 tahun, itu yang mengalami gangguan maka tahapan-tantang ini yang diperbaiki dalam hal ini kita akan memberikan ilmu atau pengetahuan terhadap kader-kader atau petugas. Beber Tika. Red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.