RSUD JP.Wanane Siap Seleksi Akreditasi Awal

Direktur RSUD JP.Wanane Kabupaten Sorong, dr. H. Theo. Mansa
banner 120x600
banner 468x60
Direktur RSUD JP.Wanane Kabupaten Sorong, dr. H. Theo. Mansa

Lensapapua – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. JP Wanane Kabupaten Sorong dr. Hendrik O.T Mansa, SP.B, SubSp-BD (K) mengemukakan, saat ini rumah sakit yang dipimpinnya masuk tahap seleksi akreditasi awal.

 

banner 325x300

Untuk tahap seleksi awal berlangsung selama tiga bulan. Pertama dia akan menilai kesiapan tata kelola manajemen, kedua penilaian yang berfokus kepada pasien, dan ketiga yang akan dinilai bagaimana pelayanan terhadap pasien kalau di rawat di rumah sakit ini.

 

Dan, berikut dia akan menilai terhadap lima penyakit, yakni kesehatan ibu dan anak, stunting, HIV, dan TBC itu yang diangkat dalam program nasional yang 100% harus dilaksanakan, karena perintah dari Kemenkes, jelas Theo, usai pembukaan survey Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), berlangsung di lantai tiga RSUD Dr. JP Wanane, Selasa (28/2-2023).

Kriteria untuk mendapatkan akreditasi mereka akan menilai semuanya ini, dan terutama ada 16 kriteria. Dari 16 kriteria ini akan dijabarkan sekitar 300 yang akan mereka teliti pada semua bagian.

 

Misalnya, alat medis itu dikalibrasi kapan. Ada bukti atau tidak kalibrasinya, dan terakhirnya tanggal berapa.

 

Contoh saja, saat ini yang mereka lihat adalah AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan) bagaimana kita lakukan.

 

Amdal juga termasuk sebagai bahan insinator habis medis. Misalnya, speik injeksi itu harus dibakar. Saat bakarnya itu harus keluar asap berwarna putih dan tidak boleh hitam dan itu diwajibkan akan dilihat juga.

 

Jadi, sebenarnya banyak sekali mereka akan teliti selama dua hari ini, katanya.

 

Akreditasi itu sendiri dia akan menilai apakah rumah sakit itu paripurna atau tidak. Rumah sakit paripurna dalam hal mereka telah melakukan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sudah jalan, sesuai dengan standar atau tidak.

 

Jika, hari ini dia menilai sudah memenuhi, maka dia akan keluarkan sertifikat yang namanya akreditasi.

 

Nanti berdasarkan akreditasi di tingkat paripurna tersebut, kemudian Pj Bupati Sorong meminta Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya.

 

Nanti dari Dinkes Papua Barat Daya mereka akan datang melihat langsung apakah rumah sakit ini layak atau tidak untuk menaikan statusnya dari tipe C ke tipe B, tuturnya. (rim/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.