Penantian Panjang Marni Akhirnya Terjawab Sang Bayi Lahir Sehat Berkat Program JKN-KIS

Marni.

Biak Numfor –  Kelahiran anak tentunya adalah kebahagiaan terbesar bagi setiap pasangan suami istri di seluruh dunia. Sudah tak terhingga lagi jumlahnya ibu hamil yang sudah turut terbantu dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini dikarenakan sang ibu tidak perlu lagi memikirkan biaya untuk melahirkan, tentunya hal ini juga turut disambut bahagia dan membuat tenang sang Ibu.

 

Marni (26) menjadi salah satu peserta Program JKN-KIS yang sudah merasakan langsung manfaat Program JKN-KIS dari proses kelahiran anak pertamanya ini. Ia terdaftar dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 2 melalui suaminya yang berperofesi sebagai karyawan disalah satu Perusahaan Swasta yang ada di Kota Biak.

 

Pada saat ditemui oleh Tim Jamkesnews, Rabu (20/03) pasca melahirkan anak pertamanya melalui operasi ceasar, Marni dengan senang hati membagikannya kisahnya. Ia pun tampak sangat bahagia dan tidak henti-hentinya mengucapkan syukur atas lahirnya putri pertamanya yang sudah lama ia nantikan sejak menikah pada tahun 2014 lalu.

 

“Anak adalah rejeki yang tidak ternilai harganya dan saya sangat bersyukur putri pertama kami bisa lahir dengan sehat dan selamat, terima kasih Program JKN-KIS telah mendampingi kami sampai semua proses selesai.

 

Saya dan kaum ibu pada umumnya pasti merasakan hal yang sama bagaimana melahirkan di rumah sakit, harus benar-benar mempunyai persiapan yang matang khususnya dalam pembiayaan, beruntung saya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS dari suami saya,”ungkap Marni.

 

Marni menceritakan bahwa proses dalam penggunaan JKN-KIS ini sangat mudah dan tidak dikenakan biaya sepeserpun, pihak rumah sakit melayani dengan sangat baik mulai dari proses kontrol kehamilan sampai dengan persalinan melalui operasi ceasar, dirinya terlayani dengan baik.

 

“Kami sangat berterima kasih pada banyak pihak yang sudah turut mempermudah proses kelahiran pertama kami, baik itu dari dukungan moril maupun dukungan biaya yang dalam hal ini adalah JKN-KIS. Saya dapat pastikan bila tidak memiliki kartu JKN-KIS, mungkin ada jutaan biaya yang harus saya tanggung untuk proses kelahiran anak pertama kami ini. Kami berharap semoga program ini dapat terus berjalan,”harapnya.

 

Belajar dari pengalamannya tersebut, Marni menganjurkan agar setiap ibu hamil atau orang tua untuk dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, lebih khusus adalah secepatnya mendaftarkan dirinya untuk menjadi peserta JKN-KIS.

 

Dalam Program JKN-KIS, khusus ibu hamil mendapatkan perhatian khusus. Dimana dulu dalam aturannya saat janin masih didalam rahim, sang ibu sudah dapat menjaminkan bayinya.

 

Sekarangpun ibu hamil semakin diperhatikan khusus, tak kalah dengan kebijakan sebelumnya, bayi yang lahir setelah proses persalinan dapat didaftarkan maksimal 28 hari setelah dilahirkan dan langsung aktif setelah dilakukan pembayaran tanpa proses yang rumit dan memakan waktu.
Aturan tersebut berlaku sejak diberlakukannya Perpres 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. (Red/Rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.