Mudahkan Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan Sempurnakan Aplikasi SIPP

Lensapapua, Biak – Berbagai inovasipun terus dibuat oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi peserta JKN-KIS. Aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) merupakan salah satu hasil inovasi yang telah dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Awalnya SIPP dikembangkan untuk kemudahan peserta JKN-KIS dalam memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan. Seiring dengan berjalannya waktu, aplikasi ini diperbaharui untuk mengakomodir kebutuhan peserta dalam pengurusan denda pelayanan serta pendaftaran bayi baru lahir.

Untuk menambah pemahaman petugas penanganan keluhan dan PIC rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor dalam mengoperasikan fitur terbaru aplikasi SIPP, maka BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor mengadakan kegiatan sosialisasi implementasi perubahan pada fitur aplikasi SIPP yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Cabang Biak Numfor, Rabu (29/05).

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Biak Numfor, Hardi Ariawan menjelaskan tata cara pengoperasian fitur terbaru pada aplikasi SIPP didepan seluruh PIC rumah sakit. Ia juga menjelaskan, fitur aplikasi SIPP yang disempurnakan adalah perhitungan denda pelayanan rawat inap dan pendaftaran bayi baru lahir untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP).

“Aplikasi ini tujuannya untuk mempermudah akses kita terkait hak peserta, terutama peserta PBPU. Kalau dulu peserta harus datang ke Kantor Cabang untuk menyelesaikan denda pelayanan dan mendaftarkan bayinya yang baru lahir. Saat ini, peserta bisa langsung mengurus di rumah sakit tersebut tanpa harus datang ke Kantor Cabang,” terang Hardi.

Hardi menambahkan, hal baru yang ada dalam aplikasi SIPP ini bertujuan untuk mengakomodir integrasi dengan Contact Care, entry denda awal dan pendaftaran bayi baru lahir mengacu pada Perpres 82 Tahun 2018. Penyempurnaan SIPP juga diharapkan dapat memudahkan pelayanan peserta rumah sakit dengan adanya otomasi proses perhitungan denda layanan dan pendaftaran bayi baru lahir sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor Cabang ataupun Kantor Kabupaten/Kota.

Sementara itu, PIC JKN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak, Shery Latuputy mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan hari ini dengan harapan kedepannya tidak akan ada kendala pelanyanan pada peserta dalam kaitannya dengan pendaftaran bayi baru lahir dan pembayaran denda pelayanan. Ia juga menyatakan penambahan fitur baru pada pelayanan aplikasi SIPP dapat mempermudah rumah sakit dalam melayani peserta JKN-KIS.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi peserta yang terkendala dalam pengurusan bayi baru lahir dan denda pelayanan karena selama ini denda pelayanan rawat inap dilakukan dengan cara manual dan itu membuat peserta JKN-KIS menjadi bolak balik dan repot. Namun dengan fitur baru pada pelayanan di aplikasi SIPP rumah sakit dapat melakukan entry denda awal pelayanan, approval denda awal hingga mengetahui riwayat denda awal dan pada akhirnya proses perhitungan dan persetujuan denda layanan langsung menggunakan aplikasi SIPP dapat dilakukan oleh PIC rumah sakit,” jelasnya.(red/rin)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.