Kisah Brampi Seorang Tukang Angkut Sampah Yang Sangat Bersyukur Dengan Adanya Program JKN-KIS

Lensapapua, Menjadi tulang punggung keluarga merupakan salah satu tugas dari seorang bapak untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga, seperti Brampihabetan (42) peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak 2015 yang lalu. Ayah dari 2 anak yang sehari-harinya menjadi tukang angkut sampah di daerah Rufei Kota Sorong untuk membiayai kebutuhan sehari-hari keluarganya menceritakan betapa bersyukurnya ia dan keluarga dengan adanya JKN-KIS.
Saat ditemui tim Jamkesnews Jumat (17/05/2019) di Kantor Cabang Sorong, Brampi yang ingin mencetak ulang kartu BPJS Kesehatan miliknya yang hilang dan mendaftarkan sang anak sebagai peserta JKN-KIS ini menceritakan bagaimana ia bersyukur dan berharap Program JKN-KIS ini akan selalu ada untuk membantu masyarakat seperti dirinya.
“Anak kedua saya yang masih berumur 3 tahun. Dulu belum sempat mengurus BPJS Kesehatannya dan sekarang sudah 2 malam di rumah sakit karena waktu lahir ada mengalami masalah dirahim istri, dan kata dokter berpengaruh ke tubuhnya sekarang. Saya dan istri sempat bingung harus bayar pakai apa biaya pengobatannya, kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan dari hasil angkut sampah. Saya diberitahu mengurus penambahan peserta PBI dan segera mengurusnya, Puji Tuhan berterimakasih sekali sama BPJS Kesehatan sudah membantu, sekarang anak saya bisa dirawat tanpa memikirkan biaya,” ceritanya sambil menahan air mata.
Brampi juga menceritakan bahwa ia pernah dirawat di rumah sakit dikarenakan kelelahan dan harus dirawat inap selama 2 hari. “Untuk rakyat seperti kami, rasanya bersyukur sekali dijamin kesehatannya oleh pemerintah untuk penyakit-penyakit kecil seperti ini, biayanya bagi orang lain tidak seberapa tapi untuk kami sangat besar dan jika tidak ada kartu ini mau dapat biaya dari mana. Mungkin kalau tidak ada BPJS Kesehatan ini, perumpamaan ‘orang miskin dilarang sakit’ akan berlaku untuk kami, katanya
“Dengan dijamin seluruh biaya pengobatan saja kami sudah sangat bersyukur, ditambah layanan dan perawatan yang diberikan kepada kami juga tanpa pamrih, alurnya tepat dan kami sangat bersyukur. Semoga semua yang membantu adanya BPJS Kesehatan ini diberkati Tuhan, kami hanya bisa membalas dengan mendoakan dan agar program ini akan selalu ada untuk masyarakat kecil seperti kita yang membutuhkan, Terimakasih Pemerintah,” ujarnya sambil tersenyum. ind/red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.