Kabupaten Sorong Wakili Papua Pada World 2nd Conference Of Sound Hearing 2019

Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono. Dok/red
Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono. Dok/red

Lensapapua, Kabupaten Sorong memenuhi undangan Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas PGPKT) yang bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) pada The 2nd  World Congress 2019 Sound Hearing 2030 atau Kongres Dunia II 2019 Pendengaran Sehat 2030 di Legian Bali 20-22 Februari 2019.

Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono kepada awak media, Jumat (22/2/2019), membenarkan kegiatan tersebut. “Dan itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri, karena dalam kongres dunia tersebut hanya 5 daerah yang mewakili Indonesia antara lain, Kabupaten Karang Anyar Bali, Cimahi, Aceh Utara, Toraja Utara dan Kabupaten Sorong”, papar Wakil Bupati.

Kongres dunia ini membahas mengenai seluk beluk gangguan pendengaran dan ketulian, termasuk potensinya di era global dan upaya-upaya pencegahannya.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati, dalam kongres ini dibahas juga tentang pencegahan-pencegahan gangguan pendengaran dan ketulian melalui instansi terkait dan lebih spesifik lagi Komisi Daerah (Komda) PGPKT Kabupaten Sorong”. Ungkap Suka Harjono.

Soundhearing 2019. Dok/ina-soundhearing2019.org
Soundhearing 2019. Dok/ina-soundhearing2019.org

Dirinya menambahkan, jika diperhatikan dewasa ini perkembangan teknologi justru membawa dampak negatif terhadap pendengaran. Sebut saja, sistem audio dalam kendaraan tertutup, penggunaan headset dalam waktu lama, kurangnya safety khusus untuk pendengaran pada perusahaan dengan tingkat kebisingan tinggi, dan lain sebagainya. “Padahal anjuran Komnas PGPKT standar suara untuk kenyamanan gendang telinga adala 60 desibel, itupun tidak boleh dalam waktu lama dan terus menerus” jelasnya

Pemerintah Kabupaten Sorong memiliki komitmen untuk bidang kesehatan melalui visi misinya. Khusus untuk gangguan pendengaran dan ketulian ini, sudah terbentuk Komda PGPKT sejak tahun 2012 silam. “Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sorong bekerja sama dengan instansi-instansi pada berbagai kesempatan untuk mensosialisasikan gangguan pendengaran dan ketulian kepada masyarakat yang disertai gerakan pembersihan telinga sejak usia dini”, kata Suka Harjono.

“Pemerintah Kabupaten Sorong berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan kepada masyarakat, menuju masyarakat sehat 2022 dan goal dari kongres tersebut yaitu Sehat Pendengaran 2030″  tutup Wakil Bupati. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.