Jumlah Kasus Tinggi, Biak Numfor Ditetapkan KLB DBD

Lensapapua, Selasa 26 februari 2019 Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor tetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Biak Numfor karna sesuai data dari Dinas Kesehatan Biak Numfor bahwa jumlah kasus DBD terhitung bulan januari dan februari 2019 cukup meningkat hingga mencapai 55 kasus.

“Setelah melakukan rapat koordinasi baik dari dinas kesehatan dan di lintas organisasi perangkat daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Biak Numfor secara khusus Komisi 3 DPRD, maka secara resmi Pemerintah daerah memutuskan untuk menetapkan kejadian luar biasa terhadap kasus demam berdarah di Kabupaten Biak Numfor,” Demikian kata Plt Bupati Kabupaten Biak Numfor Herry A Naap, Selasa (26/2/2019).

Herry menjelaskan, penetapan KLB ini dalam rangka untuk pencegahan dan penanggulangan perkembang biakan dan pengembangan kasus DBD di Biak yang terus menyebar di beberapa titik baik di perkotaan sampai ke perkampungan, beberapa distrik yang ada di kota maupun pesisir.

“Kami perlu menetapkan ini, agar dengan penetapan KLB DBD ini masyarakat lebih bisa sadar untuk hidup bersih dan menjaga lingkungan yang sehat dan rumah yang sehat sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran demam berdarah di Kabupaten Biak Numfor,” tuturnya.

Ia menjelaskan untuk Satgas penanggulangan DBD, pemda telah membentuk tim yang diketuai langsung oleh Kadis kesehatan dan juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas pendidikan dan beberapa dinas terkait bahkan seluruh kepala distrik yang diharapkan terlibat dalam penanggulangan DBD di Biak.

Nyamuk DBD. dok/detik.com
Nyamuk DBD. dok/detik.com

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran lingkungan Pemda, seluruhnya harus ikut berperan mencegah penyebaran DBD juga penanggulangan bencana DBD yang terjadi,” Cetus Plt Bupati Biak Numfor.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor Dokter Deisy Urbinas menjelaskan Biak Numfor ditetapkan sebagai KLB DBD dari 57 kasus yang terdeteksi ada 55 Kasus Positif DBD.

Dikatakan upaya yang dilakukan adalah saat ini Puskesmas-puskesmas terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk, kemudian melakukan Fogging serta abatisasi oleh Puskesmas yang sering dilakukan secara eksternal.

“Melalui SK dari Plt Bupati untuk satgas yang melibatkan seluruh stakeholder eksternal mengambil peran aktif dalam penanggulangan DBD, kami sudah mulai Star dengan jumpa Berlin Jumat Bersih lingkungan yang akan ditindaklanjuti dalam 1 hari kedepan untuk mengatur strategi dan pembagian pembagian tugas kerja,” ungkap Kadiskes.

Menurut Urbinas dengan berbagai kendala yang dihadapi pihaknya bersama stakehoder terkait tetap serius untuk bergerak dan melakukan tugas masing masing dalam hal promotif dan preventif sesuai dengan apa yang bisa dilakukan semaksimal mungkin.

Kadiskes juga menegaskan terkait adanya pelaksanaan PON tahun 2020 nanti, Ia pastikan dan menjamin Kabupaten Biak Numfor aman amandemen DBD. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.