JKN-KIS Wujud Perhatian Pemerintah Kepada Rakyat

Lensapapua, Terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kabupaten Tambrauw, Oskar Manim (30) menyatakan rasa bersyukurnya karena merasa diperhatikan oleh pemerintah di daerahnya.

Sebagai tulang punggung keluarga kecilnya, kehadiran Program JKN-KIS menurutnya sangat meringankan beban Oskar untuk biaya pengobatan jika sewaktu-waktu membutuhkan. Kemudahan dan manfaat yang dirasakan sendiri dengan memanfaatkan Program JKN-KIS, disampaikan Oskar dengan senang hati.

“Istri saya dirujuk ke RSUD Manokwari karena torang pu kampung (kampung kami, red) yaitu Arekon lebih dekat ke situ dari pada perjalanan ke Kota Sorong. Kemarin melahirkannya dengan operasi caesar, semuanya dijamin Program JKN-KIS karena iuran ditanggung oleh pemerintah Kabupaten Tambrauw. Bersyukur sekali,” jelasnya saat berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Manokwari untuk mengajukan pendaftaran bayi baru lahirnya, Selasa (16/06/2020).

Setelah melahirkan, kewajiban Oskar sebagai orang tua dalam mendaftarkan sang bayi sebagai peserta JKN-KIS pun dimudahkan prosesnya.

“Saya sempat pesimis karena harus melalui perjalanan jauh ke Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Tambrauw untuk mengurus pendaftaran bayi saya. Lalu saya diinfokan, bisa langsung mengunjungi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Manokwari karena lebih dekat, Puji Tuhan prosesnya sangat dimudahkan dan sekarang kartu JKN-KIS bayi saya sudah terdaftar,” ungkapnya setelah menerima kartu sementara sang bayi.

Kampung Arekon yang dimaksud Oskar masuk pada wilayah Kabupaten Tambrauw. Kampung ini terletak dari Distrik Mubrani, Tambrauw, Sorong Papua Barat tetapi dekat dengan Kota Manokwari.

Oskar mengatakan, dirinya telah membuktikan sendiri peran pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat melalui Program JKN-KIS untuk meringakan sebagian beban biaya pengobatan. Ia pun berharap Program JKN-KIS dapat terus ada ke depannya dan semakin memberikan manfaat jaminan kesehatan bagi masyarakat di Indonesia. red/wih

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.