JKN-KIS, MANFAATNYA NYATA UNTUK MASYARAKAT

Lensapapua, Appendicitis atau yang biasa disebut penyakit usus buntu adalah suatu penyakit yang timbul karena adanya peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan pada usus. Bila sumbatan tersebut pecah maka radang usus buntu tersebut dapat membahayakan nyawa. Selain karena penyumbatan, usus buntu juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi virus dan makanan yang rendah serat.

Nora Weya, seorang wanita paruh baya yang kepesertaannya dari Pekerja Penerima Upah (PPU) Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedang menahan nyeri pada perutnya saat petugas BPJS Kesehatan menyampanginya di Rumah Sakit Wamena. Sakit tersebut disebabkan oleh bekas operasi usus buntu yang dijalaninya pada beberapa hari yang lalu.

Nora bercerita, awal ia merasakan sakit tersebut sejak september 2018 silam, Saat itu ia merasakan nyeri yang melilit pada perutnya hingga membuatnya demam. Nora dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit dan mendapatkan perawatan selama 2 hari 1 malam dan dibolehkan pulang saat keadaannya kembali membaik.

Februari 2019 ia kembali masuk di rumah sakit karena usus buntunya bertambah parah. “Masuk rumah sakit 2 minggu yang lalu, dirawat beberapa hari dulu lalu dioperasi. Dokter bilang usus buntu sudah pecah dan infeksi ke usus jadi harus dioperasi. Sekarang sudah dirawat untuk sembuhkan luka bekas operasinya,” terang Nora.

Ia menuturkan, selama ia menjalani pengobatan dan perawatan, sepenuhnya ditanggung penuh oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sebagai warga asli Papua, Nora sadar betul akan kewajibannya sebagai rakyat Indonesia yang baik untuk ikut yang telah berpartisispasi dalam program pemerintah dengan cara mendaftarkan dirinya kedalam progran JKN-KIS ini sejak menjadi PNS.

Ia menambahkan program gotong royong ini sangat bagus karena manfaatnya nyata dirasakan oleh masyarakat tanpa dibedakan. “Terimakasih banyak kepada BPJS Kesehatan dengan Program JKN-KIS ini, sehingga saya boleh dirawat di rumah sakit dan dapat layanan yang baik. Saya juga mengucapkan terimakasih untuk seluruh masyarakat atas gotong royongnya sudah bantu saya,” ucapnya.

Prinsip Gotong Royong yang menjadi dasar filsafat di Indonesia tidak terlepas dari seluruh dukungan masyarakat, dengan gotong royong, beban dapat dipikul bersama. Seperti halnya program JKN-KIS, yang sehat dapat menyelamatkan yang sakit. red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.