AYO! BUDAYAKAN BAYAR IURAN JKN-KIS RUTIN DAN TEPAT WAKTU

Lensapapua, Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam tujuannya memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Indokesian telah memasuki tahun ke-5. Dengan sistem gotong royong, Program JKN-KIS semakin banyak dirasakan manfaatnya oleh pesertanya yang merasa membayar iuran sangatlah penting untuk keberlangsungan Program tersebut. Ajib Nariman (40) seorang peserta JKN-KIS sejak 2014 yang lalu menceritakan pengalamannya sebagai pemberi kerja dalam menaati prosedur dan mengapresiasi sistem gotong royong dalam membayarkan iuran setiap bulannya.

Ajib yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) saat ini menjalankan salah satu usaha travel miliknya merasa sangat menghargai hak dan kewajiban seluruh pekerja dan keluarga pekerja dengan cara membayar rutin setiap bulan kartu BPJS Kesehatan mereka.

“Pegawai saya ada 4 orang, setiap bulan saya rutin bayarkan iuran mereka dan keluarganya sesuai kelasnya, Alhamdulillah tidak pernah terlambat atau menunggak, jadi dengan itu pekerja saya dan keluarganya bisa memanfaatkan kartu JKN-KISnya dengan baik tanpa harus memikirkan biaya. Itung-itung amal ya, kalau kita sehat iurannya bisa digunakan peserta lain, kalau sakit bisa digunakan,” ungkapnya saat dijumpai tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Jumat (14/06).

Selain keluarganya dan karyawannya, Ajib juga membayar iuran BPJS Kesehatan sang mertua secara rutin untuk berjaga-jaga jika sang mertua sakit.

“Manfaatnya luar biasa, tidak sebanding sama iuran yang saya keluarkan setiap bulan. Mertua lumayan jauh dari kami yang di Papua sini, jadi salah satu sikap berbakti dan mengurangi kekhawatiran kami untuk jaga-jaga saya daftarkan BPJS Kesehatan. Kalau bukan kita yang gunakan alhamdulillah bisa digunakan orang lain yang membutuhkan,” tuturnya.

Tambahnya, Ajib mengungkapkan ia dan keluarga sangat bergantung pada Program JKN-KIS ini karena telah beberapa kali sang anak harus menjalani operasi dan pengobatan. Baginya, biaya yang ia keluarkan tidak sebanding dengan jaminan yang diberikan JKN-KIS selama sang anak menjalani operasi sampai proses penyembuhannya.

“Saya harap, semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya Program ini, kalau mampu ayo kita sama-sama budayakan bayar iuran secara rutin, jika tidak terpakai bisa dimanfaatkan yang lain membutuhkan, syukur-syukur untuk,” tutupnya sambil tersenyum. ind/red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.