Sejarah Perkembangan Covid-19 Dikabupaten Sorong, Meninggal 14 Orang Rata-Rata Usia Lanjut

Lensapapua –   Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong melalui  Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Agus Wabia, yang kesehariannya juga sebagai tim Satgas ( Satuan Tugas )  pelaksanaan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sorong.

 

Mengatakan, untuk perjalanan kasus perkembangan Covid-19 dikabupaten Sorong, pertama kali pihaknya melakukan pemeriksaan PCR pada tanggal 20 April 2020. hasilnya pada tanggal 24/4-2020,  bahwa Kabupaten Sorong menjadi peserta/pasien terbanyak di Papua Barat dengan jumlah 13 kasus.

 

Atas petunjuk kepala daerah yang sekaligus menjadi ketua Satgas, menegaskan, semua wajib diisolasi terpusat. Pengisolasian dilakukan sejak April 2020 sampai dengan hari ini 25 Maret 2021. Dan sampai saat ini kami masih tetap melayani masyarakat dikabupaten Sorong.

Agus Wabia. Tim Satgas Covid -19 Kabupaten Sorong

Penjelasan ini disampaikan Agus Wabia dihadapan Bupati Sorong, Kepala Dinas Kesehatan, pihak managemen PT. Petrogas (Basin) Limited saat pelaksanaan ” Program Pengembangan Masyarakat ( PKM ) oleh PT. Petrogas ( Basin ) Limited dengan Thema ” Dukungan Tenaga Medis dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Diwilayah Distrik Mayamuk ” SP IV. Dilaksanakan dihalaman Puskesmas Mayamuk Kabupaten Sorong.

Lanjut dikatakan Agus, perkembangan kasus Covid-19 dikabupaten Sorong adalah sebanyak 536 orang, kasus ini terhitung sejak 20/4-20 sampai tanggal 24/03-21 hari ini, angka kesembuhan mencapai 480 orang atau dengan kata lain angka kesembuhan mencapai 89,55 persen. Untuk kasus meninggal dunia berjumlah 14 orang. Dari jumlah 14 orang yang meninggal dunia semua adalah usia lanjut. Ujar Agus.

 

Kemudian untuk kegiatan rutin disemua Puskesmas adalah kegiatan Bindu, ini untuk usia 15 – 45 Tahun, dan pos Lansia untuk (Lanjut Usia) jika dikonekkan dengan Covid-19 saat ini dengan kematian yang begitu banyak dengan kasus pengorbit diusia lanjut, maka sangat penting bagi kita semua untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan dan mengikuti Protokol kesehatan.

Sehingga kesehatan kita bisa selalu terkontrol, dan ketika ada ancaman seperti Covid-19 setidaknya kita sudah dapat mengantisipasi, mencegah, dan melewati itu semua. Kata Agus.

 

Oleh sebab itu, keberadaan tim medis ini bukan sekedar formalitas untuk mendukung kegiatan ini, tetapi kehadiran mereka adalah untuk  penanganan Covid-19. Karena angka kematian 2,61 persen didaerah ini  dan diseluruh Indonesia adalah karena Usia Lanjut dan punya penyakit penyerta atau penyakit bawaan. Pungkas Agus. Red

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.