Tenaga Pendidik Yang Ada Di Kabupaten Sorong Masih Terbatas

Bupati bersama pengurus STKIP usai peresmian RUSUNAWA

Lensapapua– Kita ketahui bersama, bahwa di Kabupaten Sorong maupun wilayah Papua Barat pada umumnya yang masih memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan akan tenaga pendidik menjadi sedikit terkendala dalam proses belajar mengajar, ujar Bupati Sorong Dr. Drs. Stepanus Malak, M.Si di Aimas, Kamis (8/1).

Menurutnya, ada  berbagai pengalaman sebagai bupati, dimana ketika proses SK pengangkatan  sebagai guru di wilayah pedalaman atau ditempatkan pada beberapa wilayah pesiir dan lain sebagainya hanya bertugas beberapa bulan saja para tenaga pendidik tersebut meminta untuk kembali dipindahkan ke wilayah perkotaan.

Justu hal seperti itu yang perlu diberi pemahaman apa sih yang sebenarnya sehingga tidak bisa bertahan di tempat tugasnya maka hal seperti ini tidak semestinya harus terjadi. “Etika dan moral harus diletakkan di atas dari segala-galanya,”pinta Bupati Malak.

Jika  memiliki etika dan moral maka kita akan memiliki pula suatu kemampuan untuk membangun SDM masa depan yang  lebih baik.

Bahkan juga, ketika saya melakukan kunjungan kerja dengan menggunakan helikopter di salah satu daerah pedalaman sempat menemui seorang guru yang sedang menata pembangunan rumahnya.

 Hal ini berarti guru tersebut memiliki komitmen bagaimana manata kondisi kehidupan dari sesuatu kondisi  yang tidak ada sehingga bisa menjadi ada sebagai contoh dan tauladan bagi guru-guru lainnya, ingatnya.’

Namun, yang menjadi contoh tidak baik ketika mendapat SK penempatan di wilayah daerah pedalaman tapi mau minta pindah lagi ke kota, yang jelas kasus seperti ini akan menjadi masalah.

Kita semua mempunyai tanggungjawab yang sama dalam bidang pendidikan termasuk putra asli Papua yang telah diangkat menjadi guru mengantongi SK pengangkatan CPNS, tapi  SK-nya ada tapi orangnya berbulan-bulan tidak ada di tempat tugasnya maka hal ini akan menjadi masalah juga bagi kita.

 Sebenarnya hal seperti ini tak perlu harus terjadi. “Berbuatlah sesuatu dengan dilandasi mental dan moralitas yang baik, sehingga bisa dijadikan suatu yang lebih bermanfaat bagi kepentingan hajat hidup orang banyak, pintanya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.