Status Tak Jelas Kru Kapal Pesiar WPC Buka Suara

banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua, Kru kapal West Papua Cruiser yang berjumlah belasan orang menggelar unjuk rasa di Pelabuhan Gubernur Klalin, Kabupaten Sorong, pada Kamis, 31 Juli 2023.

Mereka menuntut kejelasan mengenai status mereka sebagai kru kapal yang masa kontraknya telah berakhir pada tahun 2019 lalu.

banner 325x300
Plafon pada kamar tamu VVIP rusak parah menjadi tempat masuknya air hujan ke dalam kapal. Dok/red
Plafon pada kamar tamu VVIP rusak parah menjadi tempat masuknya air hujan ke dalam kapal. Dok/red

Kapal mewah ini adalah salah satu aset berharga pemerintah Provinsi Papua Barat, dengan nilai mencapai 29 miliar rupiah yang bersumber pada APBD Provinsi Papua Barat tahun 2012.

 

Kondisi kapal West Papua Cruiser saat ini sangat memprihatinkan, dengan kerusakan parah dan kebocoran yang terjadi di berbagai bagian kapal. Mesin Twin Caterpillar 2.450 HP yang seharusnya mampu melesat di atas air dengan kecepatan maksimal 24 knot kini dalam kondisi mati total. Kapten kapal, Habel Rumbino, telah berupaya menyampaikan keluhan ini kepada Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, namun hingga saat ini tidak ada tanggapan yang diterima.

Dek bagian atas kapal dan furniture yang sudah rusak dan ditumbuhi semak. Dok/red
Dek bagian atas kapal dan furniture yang sudah rusak dan ditumbuhi semak. Dok/red

Selain itu, para kru juga pernah dijanjikan oleh Biro Umum Setda Provinsi Papua Barat bahwa mereka akan diangkat sebagai tenaga P3K. Namun, janji tersebut belum terealisasi meskipun sudah dua kali pemberkasan diajukan sejak tahun 2019.

 

Habel Rumbino, Kapten kapal West Papua Cruiser, menyatakan bahwa mereka tetap setia menjaga dan merawat kapal West Papua Cruiser dengan segala keterbatasan yang mereka miliki. Mereka berharap Pj. Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpau dapat melihat nasib mereka dan memberikan perhatian yang pantas.

Kapten Senior West Papua Cruiser, Habel Rumbino. Dok/red
Kapten Senior West Papua Cruiser, Habel Rumbino. Dok/red

Mandegnya aset pemerintah Provinsi Papua Barat ini juga berdampak luas, mengganggu fungsi aset pendukung lainnya seperti dermaga, home stay, pembangkit listrik, dan penyulingan air bersih. Total nilai kerugian yang ditimbulkan akibat kondisi kapal dan dampaknya diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Masalah ini menjadi sorotan utama dalam unjuk rasa para kru kapal West Papua Cruiser di Pelabuhan Gubernur Klalin. red

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.