Site icon Lensapapua.com

Sebanyak 52 Orang Peserta Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa Melalui LPSE Dikabupaten Sorong Ribut Minta Kenaikan Nilai Kontrak

 

Para peserta Bimtek

Lensapapua – Sebanyak 52 orang peserta yang tergabung dalam Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) mengikuti Bimtek Tata Cara Pelaku  Usaha Berinteraksi Dengan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Melalui SPSE. Senin (27-02/23)

 

Kegiatan ini diselenggarakan Hotel Aimas Kabupaten Sorong Papua Barat Daya dengan menghadirkan 2 pemateri dari Lembaga Inovasi Pelatihan Indonesia (IPI) yang berlangsung selama 3 hari terhitung sejak tanggal 27 Februari -01 Maret 2023.

 

Dalam acara Bimtek ini terjadi sedikit keributan antara peserta dengan Bappeda/pemerintah sebagai penyelenggara kegiatan.

Mewakili salah satu peserta, Magdalena Yuliana Sani mengungkapkan keluh kesah menjadi pengusaha/Kontraktor OAP,  menceritakan kekecewaannya menjadi Kontraktor OAP hampir tidak dapat dipungkiri selalu mendapatkan paket pekerjaan yang nilainya kurang lebih berkisar Rp. 50-150 juta.

 

“Menurutnya nilai ini terlampau kecil ” Kami sebagai perempuan Moi pada khususnya yang besar dan lahir ditanah ini, merasa nilai pekerjaan yang kami terima hanya berkisar 50-100 juta rupiah.

 

Mungkin ada yang salah dalam administrasi atau yang lainya hingga kami belum dipercayakan dengan nilai-nilai besar, kami berharap dengan mengikuti Bimtek ini nilai pekerjaan yang kami terima bisa lebih ditingkatkan volumenya,” tegas Mada Sani

Para peserta Bimtek

Ditambahkan Mada, disisi lain saya juga  merasa bersyukur memiliki kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sorong Herizet yang secara terbuka berbagi Ilmu sekaligus memberikan berbagai dorongan untuk selalu siap menjadi pengusaha OAP,”

 

Sebelumnya dulu Pak Sukadi yang kerap mendorong serta jadi motivator kami saat berada dilapangan, kini ternyata karakter dan kepemimpinan kepala dinas PUPR Herizet tidak kalah luar biasanya senantiasa mendorong pemuda-pemudi Papua untuk mampu berorientasi, berjiwa pengusaha dan mengembangkan kemandirian dalam pembangunan di Kabupaten Sorong,”tutup.

 

Sementara para peserta lainnya juga sangat setuju dengan pendapat Mada, dimana mereka menginginkan nilai kontrak kerja yang bisa Rp. 500- 1 M. Sehingga kami bisa melaksanakan pekerjaan proyek tersebut dengan baik, maksimal dan berkualitas.

 

Selain itu, para peserta Bimtek juga mengharapkan jangan ada ASN yang bermain proyek, karena selama ini kami tau banyak ASN yang bermain proyek dengan mengatas namakan orang lain. Red

 

Exit mobile version