Polres Sorong Kabupaten Musnahkan Miras Lokal 9.145 Liter

Jajaran Polres Sorong saat menggerebek tempat produksi Miras Lokal
Jajaran Polres Sorong saat menggerebek tempat produksi Miras Lokal

Lensapapua–  Polres Kabupaten Sorong musnahkan barang bukti tempat produksi dan Minuman keras (Miras) lokal sebanyak 9.145 Liter di Kampung Klasmelek Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong. Rabu (11/1)

Barang bukti yg dimusnahkan merupakan hasil giat cipta kondisi gabungan Polres Sorong dan Polsek Salawati dari bulan November 2016 sampai dengan saat ini, di Distrik Salawati Mayamuk dan sekitarnya.

Hal ini dilakukan karena adanya laporan informasi bahwa daerah-daerah tersebut sebagai basis produksi Miras lokal.

Adapun lokasi giat cipta kondisi tersebut antara lain:

1. Hutan Sisipan (2 tempat produksi)
2. Hujan Majaran RK 5 & Translokal (3 tempat produksi)
3. Hutan Makotiamsah sepanjang jalan perusahaan Petrogas (6 tempat produksi)
4. Hutan Jeflio sepanjang jalan Kawasan Ekonomi Khusus Arar (4 tempat produksi)
5. Hutan Matawolot (1 tempat produksi)
6. Kampung Klasmelek (2 tempat produksi)
7. Hutan SP4, sepanjang jalan perusahaan Petrogas Makbalim (2 tempat produksi)

Dengan total jumlah tempat produksi Miras lokal ilegal sebanyak 20 titik.

Rincian barang bukti yang dapat disita dan dimusnahkan berupa

1. Bahan Miras setengah jadi (dimusnahkan di lokasi temuan) sebanyak 5000 liter.
2. Bahan setengah jadi (dimusnahkan hari ini di Kampung Klasmelek) sebanyak 4000 liter.
3. Bahan jadi jenis CT sebanyak 140 liter (dimusnahkan hari ini di Kampung Klasmelek).
4. Gula 9 karung
5. 200 liter minyak tanah
6. Fermifan 20 bungkus
7. Kulit kayu massohi 2 karung

Total jumlah Miras lokal ilegal yg dimusnahkan selama giat cipta kondisi berlangsung sebanyak 9.145 Liter.

Giat pencarian dan pemusnahan Miras dilakukan bersama-sama dengan warga kampung setempat yang anti dengan Miras. Lokasi tempat produksi Miras ilegal tersebut jauh dari keramaian maupun pemukiman. Sehingga kegiatan ilegal tersebut jauh dari pantauan dan hanya dapat dilakukan pada saat kondisi terang.

Salah satu modus operandi pelaku adalah membuat bangunan semi permanen di tengah hutan dan melakukan kegiatan hanya pada malam hari. Sementara, pada siang hari bangunan ditinggalkan.

Penyidik Satuan Narkoba Polres Sorong tengah berkordinasi dgn pihak Kejari untuk dapat melakukan penyidikan dengan persangkaan pasal 204 KUHP maupun persangkaan pasal dalam UU No. 18 tahun 2012 tentang Pangan, utk meningkatkan efek jera pelaku.  RED

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.