Masyarakat Marga Anni Keret Menyesal Dukung Samsudin Anggiluli Bupati Sorong Selatan

LensapapuaР Warga masyarakat marga Anni Keret asli pribumi yang mendiami Kabupaten Sorong Selatan menyesal karena telah memberikan dukungan penuh kepada Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli yang berpasangan dengan Martinus Salamuk, saat maju di Pilkada tahun 2015 lalu. Selasa (28/2)

Hal ini berawal pada beberapa tahun silam, saat Pemkab Sorong Selatan menggunakan tanah ulayat marga Anni Keret seluas 100 hektar untuk dijadikan areal pembangunan perkantoran pemerintahan dengan perjanjian akan dibayarkan sesuai kesepakatan.

Namun janji tersebut tidak kunjung terealisasi. Sehingga pada tahun 2012 lalu marga Anni Keret mengajukan tuntutan ke pengadilan tinggi Jayapura dan dimenangkan marga Anni Keret.

Pada tahun saat itu pemerintahan dikabupaten Sorong Selatan dipimpin oleh bupati Otto Ihalau dan wakil bupatinya Samsudin anggiluli.

Kemudian tahun 2015 lalu Samsudin Anggiluli maju sebagai calon kandidat Bupati Sorong Selatan didampingi wakilnya Martinus Salamuk dengan meminta dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya masyarakat marga Anni Keret dengan perjanjian jika pasangan Samsudin menang maka akan membayar lunas tanah marga Anni Keret tersebut. dan pertarungan dalam Pilkada itu pun dimenangkan pasangan ini.

Kemudian setelah pasangan ini resmi mempimpin pemerintahan di Sorong Selatan, marga Anni Keret pada bulan Juni 2016 menuntut janji-janji politik yang telah terucapkan.

Bahkan pada pertemuan waktu itu marga Anni meminta kepada bupati Samsudin yang juga didampingi beberapa anggota DPRD dan pihak Polres setempat, agar pembayaran tanah tersebut dapat dianggarkan pada APBD perubahan dan APBD tahun 2017 ini. Tetapi hingga saat ini permintaan dari marga Anni tersebut tidak diakomodir oleh pemerintah.

Sehingga seluruh warga masyarakat marga Anni Keret merasa sangat menyesal memberikan dukungan 100 persen kepada bupati Samsudin Anggiluli.

Pernyataan penyesalan ini disampaikan marga Anni Keret langsung dihadapan bupati beserta jajarannya saat melakukan aksi pendudukan/pemalangan jalan masuk areal kantor bupati Sorong Selatan pada hari Senin (27/2) hingga sehari penuh aktivitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat tidak dapat berjalan normal alias lumpuh total. RED

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.