Angka Kemiskinan Di Papua Barat Tertinggi Ditingkat Nasional

IMG_5645

Lensapapua– Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi mengemukakan, sejak periode pertama RPJMD Provinsi Papua Barat  sampai dengan kurun waktu tahun 2013 berbagai capaian makro telah berhasil diraih.

“Di antaranya sektor pendidikan dimana angka partisipasi murni (APM) mencapai 72,44 persen, menurunnya angka buta aksara mandiri menjadi 5,5 persen, dan indeks pembangunan manusia (IPM)  sebesar 10, 22 persen,” ujar Gubernur Abraham O. Atururi di Sorong, Senin (14/4).

Sementara di sektor kesehatan angka pervalensi gizi kurang pada bayi  dan balita menjadi 26,50 persen, rasio kemiskinan per 100.000 penduduk  sebesar 32,03 persen di bawah target nasional  dan hal ini mengalami kenaikan angka kualitas hidup meningkat menjadi 69,14 persen.

Di bidang ekonomi dimana laju perkembangan ekonomi sekitar 15 persen lebih, tingkat partisipasi angkatan kerja  sekitar 70,29 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 5,49 persen. Angka kemiskinan menurun menjadi 26,67 persen.

“Meskipun banyak keberhasilan yang telah diraih, kita juga tidak boleh lupa bahwa persentase angka kemiskinan di Papua Barat  masih tertinggi di tingkat nasional. Hal ini menjadi tantangan dan tugas kita bersama  untuk menurunkan kembali jumlah penduduk miskin di tahun 2014 dan tahun 2015 nanti,” ujar Bram Atururi.

Selain itu,  tantangan berat daerah ini yang cukup  kompleks bagaimana menyiapkan sumber daya manusia di berbagai sektor pembangunan  baik jangka pendek, menengah dan menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pembangunan di berbagai wilayah sebagaimana yang diharapkan di berbagai regulasi yang mendukung kualitas SDM dan investasi secara berkelanjutan dengan terus menerus didorong untuk menunjang pembangunan di Provinsi Papua Barat. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.