PAPUA BUKAN MONYET PAPUA ADALAH DAPUR BAGI INDONESIA

lensapapua –Teminabuan,  sejumblah organisasi pemuda di sorong selatan turung jalan dan  melakukan aksi spontanitas terhadap perkataan Monyet yang di ucapkan oleh se orang TNI-AL  berinisial (K) kelahiran Cirebon, yang bekerja di PT.Bias Abadi, sebagai sopir truk, perkataan tersebut di ucapkan kepada ke 3 orang papua yang sedang menagi upah kerja mereka yang sudah 8 bulan belum di bayar oleh PT. BIAS ABADI,  tepatnya di dusun garma Distrik Fkour Kabupaten Sorong Selatan pada tangal 19 juli ,Teminabuan selasa (20\07\2021).

 

George Ronal Konjol ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah sorong selatan Angkat Bicara, dua minggu yang lalu Ibu Risma mentri sosial  mengatakan kalau ada pegawai yang bodoh dan malas akan di pindahkan ke papua, tegas ketua DAP papua bukan tempat sampah atau tempat penampungan, papua punya tuan dan punya potensi perkataan yang di ucapkan oleh ibu mentri  ini merupakan  penghinaan kepada kami orang papua.

Situasi itu belum berakhir negara dengan semena-mena merubah otsus jilid dua tanpa menghadirkan orang asli papua, otonomi khusus ini di buat untuk orang papua, oleh sebab itu regulasinya di buat menghadirkan orang asli papua duduk bersama, saya rasa negara keliru dalam menempatkan bagian ini.

Setelah negara menetapkan  otsus jilid dua jelang waktu satu minggu sala satu anggota TNI-AL mengeluarkan kata-kata rasisme kepada kami orang papua, ini situasi sudah seprti apa yang di perlakukan kepada kami orang papua, kalau terus menghina kami tidak usa lagi membawa kami ke dalam kesatuan republik Indonesia tegas ketua DAP.

sejak kejadian ini terjadi jam 11 sian, sore harinya jam 5 pemalagan ruas jalan oleh masyarakat setempat, dan meminta untuk tdk ada lagi kendaraan yang melewati jalur tersebut, dan kami tetap bermalam di sini sampai bupati maybrat dan sorong selatan beserta kepala TNI-AL datang menemui kami baru kami bisa membuka palang ungkap warga masyarakat setempat.

Kejadian ini membuat kendaraan yang menuju ke sorong selatan maybrat, dan kabupaten serta kota sorong juga ikut bermalam, hinga selasa 20 juni sekitar jam 2 siang, rombogan bupati sorong selatan beserta kapolres sorong selatan tiba di lokasi pemalangan dan melakukan pembicaraan baik dengan warga setempat sehinga palang berhasil di buka.(fer/red).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.