Wakil Bupati: Pemkab Sorong Kekurangan Tenaga Guru Sebanyak 1.927

Lensapapua- Wakil Bupati Sorong Suka Harjono dihadapan Mendikbud Nadiem Makarim bersama rombongan, saat melakukan kunjungan kerja ke SMPN 14 Klasari, Distrik Moisigin mengatakan, bahwa saat ini sistem pembelajaran  daring di tengah pandemi Covid-19 di wilayah ini ada lima distrik dari 32 distrik (kecamatan) yang ada di daerah ini.

 

Sementara untuk proses belajar tatap muka ada 27 distrik dimulai sejak 11 Januari 2021 lalu. Termasuk bagi para pendidik yang bertugas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) tetap melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik serta tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19, sehingga perlu diberi apresiasi, ucap Suka Harjono.

 

Wabup juga melaporkan bahwa untuk pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK),  yang ada di Kabupaten Sorong ada 53. Terdiri dari satu TK Negeri dan swasta ada 52.

 

Untuk  tingkat sekolah dasar ada 97 negeri, swasta 37, sehingga total SD sekitar 134. Begitu pula untuk tingkat SMP ada 33 negeri dan SMP swasta ada 12.

 

Begitu pula untuk  ideal guru TK seharusnya  ada sekitar 159, tapi yang ada sekitar 39 saja. Jadi, ideal khusus untuk guru TK masih kurang sekitar 120 tenaga pendidik.

 

Untuk guru tingkat SD ideal seharusnya 1.123 guru. Ternyata jumlah guru yang ada hanya 654. Kebutuhan yang harus kita miliki masih  sekitar 469 guru.

 

Tenaga pendidik untuk tingkat SMP tenaga ideal dibutuhkan  sekitar 635, tapi yang ada baru 325. Total tenaga guru yang kami harapkan, sambung Wabup Suka Harjono masih dibutuhkan sekitar 1.927 guru.

 

Sedangkan jumlah guru yang ada sampai saat ini  baru 1.018 orang. Sehingga masih dibutuhkan tenaga pendidik sekitar 929.

 

Dengan jumlah kekuarangan guru yang cukup banyak ini, kami harapkan untuk diproses atau diangkat menjadi tenaga PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), pintanya dihadapan Mendikbud Nadiem Makarim Staf Kepresidenan Willy Mambrasar,  Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani serta Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba. 

 

Wabup Suka Harjono menambahkan, sesuai visi-misi Bupati Sorong, yakni Kabupaten Sorong Maju  Bersama,  Rakyat Cerdas, Sehat, dan Sejahtera di tahun 2022.

Maka dengan adanya berbagai kekurangan sarana dan prasarana di bidang pendidikan  ini  masih terus mengejar. Sehingga dengan Kunker Mendikbud di Kabupaten Sorong ini menjadi penyemangat, motivasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan ada dukungan dalam bentuk gedung-gedung maupun sarana pendukung lainnya, harap Wabup Suka Harjono. (rim/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.