Walikota Sorong Perintahkan Satpol PP dan Dispenda Turunkan Spanduk/Baliho Lapis.

Drs, Ec. Lamberthus Jitmau, MM., Walikota Sorong.

Lensapapua– Spanduk, baliho dan sejenisnya merupakan media sosialisasi yang cukup efektif bagi Bakal Calon Kepala daerah, namun sayang, pengawasan dan pengendalian pemasangan spanduk yang kurang berjalan baik menyebabkan wajah kota sorong tampak semrawut dan kumuh akibat banyaknya spanduk yang dipasang.

Selain itu juga, sesuai peraturan KPU berkaitan dengan alat peraga calon kepala daerah berupa spanduk maupun baliho disiapkan pihak KPU, ditambah lagi Panwas kota yang belum berjalan dan terbentuk menjadi persoalan kekinian berkenaan dengan penertiban spanduk dan seluruh baliho yang ada.

Menanggapi semaraknya spanduk dan baliho, termasuk yang dipasang oleh tim relawan dan simpatisan Lambert Jitmau-Pahima Iskandar yang kini masih menjabat sebagai Walikota-wakil Walikota Sorong.

Ditegaskan Lambert Jitmau, pekan ini, dirinya akan memerintahkan Satpol dan Dispenda untuk menurunkan spanduk yang dipasang oleh simpatisdan dan relawan pendukungnya, karena disadari betul, pemasangan baliho akan memunculkan persepsi negatif bagi wajah kota Sorong. Senin (23/5)

Disinggung soal penertiban baliho dan spanduk dari kandidat lain, Lambert menyebutkan akan memberikan contoh terlebih dahulu, dan diharapkan kandidat lainnya juga mengikuti apa yang dilakukannya, dan jika tidak dilakukan, maka dirinya akan menggunakan kapasitas sebagai Walikota Sorong untuk menertibkannya.

Berdasarkan Undang-undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada dan peraturan KPU nomor 7 tahun 2015 tentang kampanye, alat peraga yang boleh dipasangan adalah yang diproduksi KPU dan dipasang ditempat-tempat tertentu. (yud/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.