Untuk Kali Pertama Kabupaten Sorong Libatkan Pengusaha Lokal PT.Sorong Marine Sentosa Tangani Pembuatan 8 Speed Boat Kualitas Internasional

Bupati Sorong didampingi Kadis perhubungan saat pengguntingan pita. Pada Kamis 20/02

Lensapapua– Kepala dinas Perhubungan Kabupaten Sorong. Ir. Natanel. M.Si., mengatakan, pengadaan 8 unit speed boat bagi  8 kampung yaitu untuk mengakomodir daerah-daerah tertinggal, mengingat wilayah Kabupaten Sorong masih masuk dalam kategori tertinggal, dengan kategori IPM (Indeks Pembangunan Manusia) berkisar 60 persen, jelas Natanael, usai penyerahan 8 buah speed boat kepada kepala-kepala kampung di pelabuhan Klalin Aimas Kabupaten Sorong. Kamis ( 20/2)

 

Dijelaskan Natanael, untuk harga satu unit speed boat ini kata Natanael berkisar kurang lebih 200 juta, tetapi karena kompetisi lelang yang cukup tinggi sehingga harga per unit bisa menurun menjadi 185 juta, dengan spek kualitas internasional dan sudah ter-uji, dengan galangan kapal ditangani langsung oleh PT. Sorong Marine Sentosa. dan untuk kali pertama Kabupaten Sorong melibatkan perusahaan lokal yang sudah teruji kualitasnya, beber Natanael.

Lanjut dikatakan Natanael, salah satu bentuk untuk mendorong perkembangan ketertinggalan itu yakni melalui jalur transportasi, dengan lancarnya transportasi bisa untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan serta untuk meningkatkan kualitas hidup.  salah satu tolak ukur untuk menilai kualitas hidup masyarakat yakni dengan meningkatnya  IPM, beber Natanael.

 

Oleh sebab itu, diharapkan kerjasama dari berbagai pihak terkait, terutama dari para aparat kampung untuk menjaga/mmelihara bantuan alat transportasi yang telah diberikan pemerintah daerah Kabupaten Sorong bekerjasama dengan Kementerian desa tertinggal melalui dana sharing , sehingga moda transportasi ini bisa bertahan lama untuk dipergunakan demi kepentingan seluruh masyarakat.

 

Kedepan kata Natanael, soal pengadaan ini akan dievalusi, bagaimana kebijakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung terkait maintenance dan pengoperasiannya, termasuk pemenuhan bahan bakar yang akan digunakan untuk speed boat ini nantinya diharapkan bisa bekerjasama melalui dana desa, karena didalam dana desa tersebut, ada yang namanya BUMKAM (Badan Usaha Milik Kampung) jika semuanya bisa sinkron, maka kedepan akan terus dikembangkan dalam hal ini kepada kampung-kampung lainnya juga akan diberikan. ungkap Natanael. red

 

 

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.