RAPBD Disinkronisasikan Dengan Kebijakan Pemerintah

banner 120x600
banner 468x60

_MG_1972 (2)

Lensapapua– Secara umum  RAPBD Kabupaten Sorong tahun anggaran 2015 yang diajukan kepada dewan yang terhormat memuat berbagai kebijakan yang disinkronisasikan dengan kebijakan pemerintah atasan  untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan dalam kurung waktu satu tahun.

banner 325x300

Tentunya disesuaikan dengan visi dan misi Kabupaten Sorong yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Demikian sambutan Bupati Sorong yang disampaikan Wakil Bupati Suka Hardjono di Aimas, Selasa (16/12).

Penyusunan RAPBD Kabupaten Sorong tahun 2015 lebih didasarkan pada kebijakan umum anggaran pendapatan dan belanja daerah (KUA), serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2015,  sesuai hasil Musrembang yang merupakan usulan kewilayahan dan mengakomodir seluru kebutuhan masyarakat.

 Di dalam rancangan APBD tahun 2015 masih terdapat beberapa perencanaan berupa etimasi baik pendapatan maupun belanja daerah, sehingga secara pasti baru dapat diperoleh pada saat penetapan alokasi oleh pemerintah pusat dan provinsi.

Total pendapatan dalam RAPBD tahun 2015 adalah sebesar Rp 1.212.131.341.235,00 terdiri dari  pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Berdasarkan perbandingan komposisi komponen pendapatan daerah masih didominsi oleh dana perimbangan (transfer dari pemerintah pusat ). Hal ini merupakan kondisi yang dialami oleh sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia.

 Namun,  jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan asli daerah di tahun-tahun sebelumnya terjadi peningkatan,  yaitu mencapai 5,68 persen dari total pendapatan pada rancangan APBD tahun 2015.

 Hal ini disebabkan selain telah diberlakunya sejumlah Perda yang telah ditetapkan, juga terdapat sumber penerimaan yang berasal dari RSUD yang sejak tahun 2011 telah resmi sebagai Badan Layanan Umum Daerah,  yang sesuai ketentuan telah memiliki rencana bisnis anggaran (RBA ) tersendiri.

Total belanja dalam APBD tahun 2015 adalah sebesar Rp1.210.131.329.000,00  terdiri dari  Belanja Tidak Langsung, Belanja Pegawai, Belanja Hibah, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Bantuan Keuangan,  dan Belanja Tidak Terduga.

Sedangkan Belanja Langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa,  dan Belanja Modal.

Rancangan APBD tahun anggaran 2015 terdapat surplus sebesar Rp 2.000.012.235,00. Surplus tersebut menunjukkan bahwa pendapatan daerah lebih besar dibanding belanja daerah.

Dengan demikian,  dapat disimpulkan struktur pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Sorong berpredikat baik,  sebab belanja bisa lebih kecil dibanding pendapatan, yang dialokasikan untuk penguatan modal perusahaan daerah yang bermanfaat bagi peningkatan kinerja perusahaan daerah.  Investasi berupa penanaman modal yang akan dilaksanakan tahun 2015 adalah berupa penyertaan modal pada Bank Papua.

Jumlah total RAPBD  tahun anggaran 2015 meningkat dari tahun sebelumnya, maka alokasi belanja seluruh SKPD secara merata juga mengalami peningkatan.

Kebijakan pemerintah daerah terkait belanja langsung menekankan pada efisiensi belanja  pegawai sebagaimana tercermin pada proporsi yang hanya sebesar 7,30% dari seluruh total belanja langsung.

Kebijakan pemerintah darah dalam APBD tahun 2015 berorientasi pada balanja langsung sebagaimana tampak pada proporsi belanja langsung yang sebesar 58,75%. Hal ini berarti kebijakan APBD menekankan pada pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.

 Proporsi anggaran belanja modal lebih besar dari seluruh komponen belanja langsung. Hal ini menunjukan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sorong untuk terus berbenah dan meningkatkan pembangunan di segala bidang termasuk bidang pemerintahan dan infrastruktur.

 Kedua bidang ini dapat diibaratkan dua sisi mata uang,  karena apabila pemerintahan ditunjang dengan infrastruktur yang memadai, maka akan menunjang kelancaran dan kesinambungan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik.

Tahun 2015 merupakan tahun ketiga implementasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Sorong periode tahun 2012-2017 yang memuat visi dan misi Bupati Sorong. Selanjutnya,  dijabarkan ke dalam program kerja lima tahunan periode 2012-2017 dalam bentuk program kerja tahunan sebagaimana termuat dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2015 dengan tetap difokuskan pada agenda pembangunan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur serta peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Alokasi dan afektasi program, kegiatan dan anggaran dalam tahun 2015, lebih banyak pada belanja sesuai dengan hal-hal yang urgen, dan beberapa program dan kegiatan yang dilaksanakan tahun 2015 yang perlu segera untuk di laksanakan guna percepat pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat. (rim/Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.