Pembayaran Ganti Rugi Dianggarkan Dua Tahun APBD

20150325_155541

Lensapapua – Sesuai dengan jumlah data yang dihimpun Pemkab Sorong terkait dengan ganti rugi tanah tahun 2015 ini sebesar Rp 33.712.214.200. Dari jumlah sebesar itu pemda setempat tidak menyanggupi semuanya, tapi akan bisa dibayar pada tahun 2016, ujar Bendahara Rutin Setda Nimrod Sesa, S.IP.MM, di Aimas, Rabu (25/3) petang,  ketika melakukan pembayaran ganti rugi tanaman dan tanah adat sebesar Rp 4.331.454.500.Milyar.

Hal ini sesuai dengan petunjuk dari Bupati, karena untuk menentukan pembayaran baik tahun 2015 maupun tahun 2016 adalah kewenangan Bupati Sorong, jelasnya.

Untuk pembayaran ganti rugi pada tahun 2015 melalui APBD setempat dianggarkan Rp 15 miliar. Kita coba upayakan melalui APBD Perubahan, apakah disetujui atau tidak dari DPRD Kabupaten Sorong.

“Dihadapan para penerima ganti rugi, Nimbrod Sesa mengatakan, pada hakikatnya dalam melaksanakan pembangunan yang ada di Kabupaten Sorong  ini bukan untuk kepentingan kepala daerah atau pejabat lainnya, tapi

semuanya bertujuan untuk kepentingan masyarakat semata,” ingatnya.

Untuk itu, “jangan lagi membuat gerakkan tambahan atau terjadi palang memalang pada obyek fasilitas umum,” seperti pada sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan (puskesmas) dan lain-lain. Karena semua fasilitas tersebut untuk pelayanan masyarakat secara umum.

Dana yang dibayarkan pada hari ini sebesar  Rp 4,3 miliar lebih itu merupakan perintah atau yang ditentukan oleh   Bupati Sorong, sesuai dengan nama yang diberikannya kepada Bagian Pemerintah pada tanggal 18 Maret lalu, yang langsung ada tanda tangan bupati, ujar Nimbrod.

Dari dana Rp 4,3 milir lebih itu bisa kita bayarkan saat ini, dan ada beberapa itemnya akan dibayarkan Senin pekan depan.

Mengingat  ganti rugi tanah adat pembangunan rumah jabatan bupati  yang berlokasi di kawasan tugu merah, termasuk ganti rugi tanah pembangunan pasar tradisional maupun pembebasan tanah untuk pembangunan gedung Badan Diklat seluas 50 hektare.

“Memang uangnya sudah kita siapkan hanya masih dilengkapi lagi ada beberapa dokumen sebagai bahan pertanggungjawaban,” tandasnya.

Pembayaran ganti rugi tersebut, turut disaksikan Kabag Pemerintahan Setda, Decki Mainolo, Kabag Humas  Marthen Nebore, S.Sos, M.Si bersama staf  serta sejumlah awak media yang turut meliput jalannya kegiatan. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.