P2TP2A Tetap Eksis Berikan Pelayanan Meskipun Dengan Minimnya Anggaran

20141208_115124

Lensapapua–  Kepala kantor pemberdayaan perempuan dan KB Kabupaten Sorong Dorkas Kanapau BA, mengemukakan bahwa selama kurang lebih 3 tahun, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang berada dibawah asuhannya telah berbuat banyak terhadap masyarakat yang ada di Kabupaten Sorong, Senin (08/12).

Lanjut Dorkas menjelaskan, meskipun selama kurang lebih 3 tahun P2TP2A Kabupaten Sorong sudah berjalan dan tidak memiliki plot anggaran yang ditetapkan, tetapi dia berupaya dan bekerja keras untuk bagaimana P2TP2A ini bisa eksis dalam memberikan berbagai pelayanan terhadap perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan, sehingga para korban tidak mengalami traumatik dalam hidupnya.

Diakuinya, walaupun ada sedikit anggaran dari sumber-sumber yang jelas dan tidak terikat, ditambah dengan sedikit anggaran dari pemberdayaan perempuan yang dinaunginya, tujuannya semata-mata hanya untuk menyelamatkan para korban tindak kekerasan tersebut, meskipun Ia bersama para stafnya harus turun keperkampungan yang sangat jauh,  sekalipun dengan berjalan kaki berkilo-kilo meter bahkan sampai menginap diperkampungan tersebut direlakannya.

Ia berharap, dengan kehadiran kepala badan pemberdayaan Perempuan dan KB Papua Barat bersama rombongan dalam menghadiri pelantikan kepengurusan P2TP2A Malak Moi ini, kiranya kedepan ada perhatian-perhatian dari Kementerian pemberdayaan perempuan maupun dari pemerintah provinsi Papua Barat yang lebih dikhususkan pada P2TP2A Malak Moi Kabupaten Sorong.Terlebih lagi jika keinginannya bisa terjawab dengan adanya sebuah kendaraan roda empat (Mobil) bagi P2TP2A, untuk melayani para perempuan dan anak yang mengalami sakit ataupun perempuan yang akan melahirkan, harap Dorkas.

Agar segala program kerja yang telah dirancang P2TP2A Kabupaten Sorong, kedepan bisa berjalan lebih lancar sesuai dengan apa yang diharapkan, demi terwujudnya pemberdayaan perempuan dan akselerasi tercapainya pelayanan bagi perempuan dan anak yang mengalami tindak kekerasan, harap Dorkas. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.