Masih Banyak Masyarakat Asli Papua Tinggal Didaerah Yang Sulit Dijangkau Transportasi

20150415_105553

Lensapapua- Dengan melihat berbagai persoalan yang dialami oleh masyarakat asli Papua yang cenderung tinggal tersebar diwilayah terpencil, terisolir, terbelakang, dan sulit dijangkau transportasi, komunikasi, pasar, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

Maka dengan melihat penomena tersebut, beras yang disalurkan dan didistrbusikan pada rakyat adalah dengan harga bersubsidi.artinya harga beras tersebut dibawah standar harga pasar disesuaikan dengan kemampuan daya beli masyarakat, demikian dijelaskan Kepala Biro  Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Papua Barat, melalui Kasubbag Kesejahteraan Sosial Zakeus  Wanggai, SP. Rabu (15/4)

“Sangat tidak diperkenankan untuk tim penyalur raskin memanipulasi harga diluar dari harga standar minimal, yang telah ditetapkan per kilo gramnya untuk masyarakat miskin”. Ujarnya.

Selanjutnya dalam rangka mendukung implementasi kebijakan dan program nasional penyaluran Raskin tersebut, maka perlu disampaikan kebijakan Pemerintah provinsi Papua Barat tentang alokasi anggaran/dana talangan penyaluran raskin dan pagu raskin untuk masing-masing kabupaten kota, sesuai dengan jumlah distrik.

Kabupaten Manokwari, dengan jumlah (10 distrik), besaran bantuan dana talangan Rp.113.juta, Kabupaten Manokwari Selatan dengan (6 distrik) besaran bantuan dana talangan Rp. 67,800.000 juta, Kabupaten Pegunungan Arfak (10 distrik) besaran bantuan dana talangan Rp. 113 juta.

Kabupaten Sorong (17 distrik) dengan besaran bantuan dana talangan Rp.192,100 juta, Kabupaten Sorong Selatan (14 distrik) memperoleh dana talangan Rp 158.200 juta, Kabupaten Raja Ampat (15 distrik) memperoleh RP.169,500 juta. Kabupaten Kaimana (7 distrik) memperoleh bantuan Rp.79,100 juta, Kabupaten Fak-Fak (17 distrik) memperoleh bantuan dana talangan Rp. 192.100 juta. Kabupaten Teluk Bintuni (24 distrik) memperoleh bantuan dana talangan sebesar Rp. 271.200 juta, Kabupaten Teluk Wondama (13 distrik) memperoleh bantuan dana talangan sebesar Rp. 146.900 juta.

Kabupaten Tambrauw (8 distrik) memperoleh bantuan dana talangan Rp 90.400 juta, Kabupaten Maybrat (18 distrik) memperoleh bantuan dana talangan sebesar Rp.203.400 juta, dan kota Sorong memperoleh bantuan dana talangan sebesar Rp 67.800 juta. Jadi jumlah distrik yang ada di provinsi Papua Barat sebanyak 165 distrik dengan besar bantuan dana talangan Rp. 1,864.500 Milyar. Yang langsung diserahkan secara simbolis pertama kepada Kepala Distrik Seget. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.