Jadilah Pioner Aturan dan Ajaran Agama yang Kita Anut

IMG_8252

Lensapapua–  Peristiwa yang terjadi di Tolikara Papua, tidak bisa kami komentari, karena itu wilayah provinsi Papua dan sudah pasti beda dengan kabupaten, Kami dari kantor Agama Kabupaten Sorong hanya bisa menyampaikan wejangan-wejangan. Biarlah peristiwa itu menjadi pelajaran buat kita semua, kata Kepala kantor Agama Kabupaten Sorong, Syaranamual. Rabu (22/7)

Lanjut dikatakan Syaranamual, janganlah kita terlalu mengurusi wilayahnya orang lain, lebih baik kita urusi wilayah kita disini agar bisa terbenahi dengan baik. Oleh karena itu saya sampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada ketua FKUB Kabupaten Sorong yang telah melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, sehingga suasana didaerah ini bisa dikatakan kondusif.

Menurut Syaranamual, dengan jumlah penduduk 167.870 jiwa yang ada di Kabupaten Sorong, tentu mengurusinya sudah sangat rumit, dan tanggungjawab pemerintah sesuai dengan peraturan pemerintah Nomor 8 dan 9 tahun 2006 yang mengamanatkan setiap pemerintahan baik itu pusat, provinsi, kabupaten dan kota harus membentuk Forum Kerukunan antar Umat Beragama (FKUB) untuk mengakomodir semua umat yang ada dan sekaligus bisa menjadi pengayom kepada masing-masing umat dibawah tanggungjawab pemerintah diseluruh Indonesia, jelasnya.

Olehnya itu tugas FKUB harus bisa menciptakan kerukunan antar umat beragama dalam wilayah pelayanannya masing-masing, bersama-sama dengan pihak-pihak terkait, baik itu Kementerian Agama, Kesbangpol, TNI/POLRI,tokoh Agama tokoh masyarakat dan lain sebagainya supaya kita semua bisa berada dalam satu suasana yang damai, tambah Syaranamual.

Dalam lembaga-lembaga internal baik itu Islam, Kristen dan lain sebagainya, kita harus bisa menjadi Pioner-Pioner sesuai aturan maupun ajaran Agama, kita harus bisa menjadi pengayom, penyiram rohani, pemersatu, pencetus damai bagi pengikut dan penganutnya, maka jika kita semua memerankan diri dengan baik, pasti seluruh penduduk yang ada didaerah ini tidak akan mudah terbuai, terhasut oleh hasutan-hasutan provokator yang dapat merugikan kita sendiri, kata Syaranamual.

Dengan kejadian di Tolikara, mari kita semua secara bersama-sama membentengi kehidupan kita agar kita selalu ada dalam suasana yang rukun dan damai, dan seluruh etnik yang ada dituntut berperan lebih aktif  untuk bersama-sama menjaga daerah ini sesuai visi-misi pemerintah daerah agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan kesejahteraan itu bisa tercipta bagi generasi sebagai pewaris kita dimasa mendatang, himbau Syaranamual. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lensapapua.com

FREE
VIEW