H. M. Amri Masri, SE Berkomitmen “Tuntaskan Masalah Pada Saat Itu Juga”

Lensapapua-  Jabatan yang diemban saat ini   sebagai seorang Sekda Tambrauw   baginya  merupakan suatu amanah dan kepercayaan,  yang  tentunya harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Tak ada solusi lain, jika kedatangan tamu untuk menemuinya di kantor,  baik masyarakat  umum maupun pelayanan  lainnya termasuk pelayanan di bidang pemerintahan harus ada solusi dan dituntaskan pada saat itu juga. “Tak ada alasan lain, “ ujarnya singkat.

 Menurut H. M. Amri Masri, tidak ada pilihan lain, hanyalah memberikan pelayanan sesuai dengan tupoksi dan jabatan  maupun kewenangan yang diembannya.  Setiap orang  akan sedikit  puas, bila kita akan memberi solusi atau pelayanan yang terbaik terhadap masalah yang dihadapinya, “dan bukan  harus menambah masalah baru.”

Singkatnya, hal itu menjadi motivasi bagi dirinya, agar amanah dan tanggungjawab yang diberikan memberi makna tersendiri dari jabatan yang disandang sebagai seorang Sekda, juga   merupakan jabatan karir tertinggi di pegawai negeri sipil (PNS), yang tentunya mengedepankan tugas dan pelayanan terbaik kepada siapa-pun.

Ø Profil Sekda Tambrauw

Nama                   : H. M. Amri Masri, SE

Tempat/Tgl Lahir : Malili, Kab. Luwuk, Sulsel, 5 Oktober 1954

Agama                  : Islam

Alamat                 : Perumahan Dinas Sekda  Sausapor

Nama Isteri                    : Hj. Hatijah

Anak-anak           : 1. Hasrul  (Pebisnis)

                               2. Halima (PNS) guru pada TK Pertiwi Kota Sorong

                               3.Ridwan (PNS) Pemkab Tambrauw

                               4. Husni, S, STP (PNS) Sekretaris Distrik Salawati Kab. Sorong

                               5. Rahmi Amri (Tamatan STIKES Sorong)

                               6. Fahmi Amri (Pegawai Bank Papua Unit  Klasaman, Sorong)

 

Nama orang tua   : Ayah                 : Masri  (masih ada)

Pekerjaan : Pensiunan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)     Kabupaten Luwuk

                              Ibu           : Hasna

                             Pekerjaan  : Ibu rumah tangga (Alamarhumah)

 

Ø Riwayat Pendidikan :

SD Negeri 04 Palopo (1968)

SMEP Negeri Palopo (1971)

SMEA Negeri Palopo (1974)

Akademi Bank dan Manajemen (Diploma III), Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (1979)

STIE Victory Sorong (1982)

Ø Riwayat Pekerjaan :

–         Tenaga Kerja Sukarela  Badan Usaha Tenaga Sukarela (TKS BUTSI) Irian Jaya Angkatan ke -13 tahun 1979-1981 dan langsung ditempatkan di Inanwatan

–         Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sorong  tahun 1983 dan ditempatkan di Bagian Kepegawaian Pemkab Sorong

–          Setahun kemudian (19840 diangkat menjadi PNS

–         Tahun 1986 ditugaskan pada Inspektorat Kabupaten Sorong, dengan jabatan sebagai Pemeriksa Pembantu Bidang Perekonomian

–         Tahun 1993 sebagai Kepala Urusan Evaluasi dan Pelaporan, Inspektorat Kabupaten Sorong

–         Tahun 1997 dipercayakan sebagai Kasub Bagian Tata Usaha, Inspektorat Kabupaten Sorong

–         Tahun 2001 sebagai Kepala Bidang  Staf Teknis, Inspektorat kab. Sorong

–         Tahun 2011 pindah tugas di Pemkab Tambrauw sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pengawasan

–         Desember 2010 sebagai pelaksana tugas Kepala Inspektorat

–         1 Maret 2012 sebagai pelaksana tugas Sekda kabupaten Tambrauw

–         29 Mei 2012 dilantik sebagai Sekda Tambrauw hingga sekarang.

 

Ø Pendidikan Jenjang Karir :

–         SEPADA Angkatan I tahun 1991

–         SEPALA/ ADUMLA Angkatan ke-13 tahun 1995

 

Ø Diklat/Kursus :

–         Diklat Norma dan Dasar-dasar Pemeriksaan tahun 1989

–         Diklat Analisa Jabatan (Anjab) tahun 1990

–         Kursus Manajemen Proyek tahun 1991

–         Diklat Anggaran Berbasis Kinerja tahun 1992

–         Penataran P4, Metode Aktualisasi Bagi Pejabat Pemkab Sorong tahun 1998

–         Diklat Audit Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah  tahun 2007, Pemkab Sorong

–         Diklat Audit Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemkab Sorong tahun 2007, dan lain- lainnya.

 

Pengalaman masa kecil seorang,   M. Amri Masri

M. Amri Masri semasa kecilnya sebagai putera ke-3 dari 7 bersaudara, di mana kesehariannya  membantu orang tuanya mengasuh beberapa adiknya. Selain itu, ia juga membantu kedua orang tuanya ke sawah   dan empang yang dimiliki untuk menambah penghasilan dalam keluarganya. Karena ia tahu persis bahwa penghasilan seorang ayah sebagai PNS dengan besaran gaji yang diterima setiap bulannya kala itu serba terbatas. Jadi dari hasil panenan sawah maupun empang yang ada bisa membantu perekonomian mereka, termasuk untuk membiayai pendidikan saudara-saudaranya.

Meski-pun demikian,  kita harus belajar untuk sabar dan tabah dalam menjalani hidup ini dengan penuh ikhtiar. Cita-citaku semenjak kecil ingin menjadi seorang pegawai bank. Alasannya, kalau kita melihat pegawai bank ketika masuk kerja   pada masa itu dengan berpakaian  sangat yang rapih dan berdasi.  Jadi kelihatannya anggun.

Seiring dengan berjalannya waktu, ketika Amri menyelesaikan pendidikan di Akademi Bank dan Manajemen pada Yayasan Pendidikan Ujung Pandang (YPUP) tahun 1979, ia pun tidak tinggal diam. Bahkan menunggu formasi penerimaan pegawai BRI Palopo . Ya tunggu dan terus menunggu  sudah sekian bulan informasi itu,  tapi tidak kunjung datang. Akhirnya, ia harus memilih alternatif  lain,  pekerjaan apa saja yang penting memiliki penghasilan sendiri, ujarnya.

Saat itu ada program Pemerintah Pusat untuk menerima tenaga kerja sukarela (TKS) melalui Badan Urusan Tenaga Kerja Sukarela (BUTSI) yang direkrut secara nasional sekitar 71 orang yang akan dipersiapkan untuk ditempatkan di Timor Timur dan Irian Jaya. Dari jumlah itu, semuanya ditampung di Jakarta, dan selanjutnya kami semua dikirim ke Irian Jaya dengan menumpang pesawat Merpati  dari Bandara Kebayoran Jakarta menuju Jayapura.

Setibanya di Jayapura kami ditampung di Losmen Laut, Dok V untuk mengikuti pendidikan selama sebulan. Seusai mengikuti pendidikan tahun 1979, melalui SK Gubernur Irian Jaya, Busiri Suryowinoto, di mana dalam SK tersebut, kata  Amri, saya bersama satu teman asal Kalimantan Barat langsung di tempatkan di Kecamatan Inanwatan, Kabupaten Sorong waktu itu.

Setibanya di Inanwatan, kami berdua langsung menemui aparat di kecamatan dan kedatangan kami pun disambut baik oleh aparat bersama masyarakat yang ada. Dengan tugas utama kami, yakni ada buku panduan program khusus PKK di dalamnya memuat 5 bidang tugas, yakni bidang pemerintahan, pembangunan, kesehatan, pendidikan, Keluarga Berencana (KB).

Pekerjaan yang digeluti itu termasuk ada 10 program PKK, membuat kebun percontohan, peternakan dan apotik hidup. Dari hasil pekerjaan atas dorongan dan koordinasi dengan aparat terkait dinilai cukup membuahkan hasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diinginkan pemerintah, tuturnya.

 

Sepak Terjang  Perjalanan Karir,  Seorang H. M. Amri Masri


Mengawali karir dipercayakan sebagai seorang pelaksana tugas Sekretaris Daerah Tambrauw pada 12 Maret 2012, di mana saya ditawarkan Bupati Gabriel Asem untuk menempati posisi tersebut,   yang merupakan karir tertinggi bagi seorang PNS dalam menempati suatu  jabatan strategis.   Tapi memang awalnya saya harus menolak tawaran itu, karena harus melalui suatu pertimbangan yang matang, dan apalagi  saya  sadar bahwa kapasitas  bukan putera asli Papua, ujar Amri Masri,  kembali mengenang saat dirinya ditawar untuk menduduki jabatan Sekda.

Kembali saya bertanya, apa Bupati tidak salah pilih-kah. “Jangan gara-gara saya nanti Bapak yang susah.” Berilah jabatan itu kepada orang lain yang dianggap lebih layak lagi dari saya. Tapi dari hasil bincang-bincangnya itu pun, yang mungkin ada pertimbangan lain dari sang Bupati, dan saya sendiri tidak pernah terbayangkan dengan jabatan sehebat itu harus diberikan. Apalagi harus melalui  DPRD maupun  tokoh masyarakat yang ada di sana (Sausapor) kata Amri Masri lagi dengan penuh tanda tanya.

 Bahkan dalam interval waktu yang tidak terlalu lama, saya diperintahkan Bupati Asem untuk ke Sorong dalam rangka persiapan diri   untuk mengikuti fit and propertest  di Manokwari,  sebagai salah satu calon dari nama yang diusulkan untuk menjadi Sekretaris Daerah definitif.

“Atas perintah itu, suka atau tidak suka harus saya jalani,” karena saya menyadari bahwa jabatan yang dipercayakan merupakan amanah yang harus dijalankan. Dengan suasana  haru disertai rasa sukacita yang mendalam, akhirnya, tidak ada pilihan lain, karena merupakan suatu bentuk dukungan  yang diberikan itu harus diterima dengan rasa  penuh tanggungjawab.

Seiring dengan berjalannya waktu, tepatnya tanggal 29 Mei 2012, H. Amri Masri, SE,  dilantik di Sausapor sebagai Sekda Tambrauw oleh Gubernur Papua Barat, Abraham O. Atururi.  Setelah menjabat sebagai Sekda Tambrauw yang definitif, tentu  tugas dan tanggungjawab yang diemban harus dilaksanakan sesuai harapan. (AK/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.