Dr. Stepanus Malak Gagas Bahasa Moi Kelim Masuk Kurikulum Sekolah Dikabupaten Sorong

DR. Stepanus Malak.
banner 120x600
banner 468x60
DR. Stepanus Malak.

Lensapapua–  Kegiatan Lokakarya hari ini merupakan tindaklanjut dari beberapa kali pertemuan dengan masyarakat Moi, kegiatan ini merujuk pada Bahasa Moi agar dapat dimasukkan sebagai kurikulum pelajaran disekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama, bahkan rencananya akan dimulai dari sekolah TK, sehingga dapat menjadi salah satu materi pelajaran yang dapat berkembang.  kata mantan Bupati Sorong DR. Stepanus Malak yang juga sebagai salah satu tokoh intelektual Moi. Selasa (30-4/19)

 

banner 325x300

Sesuai kesepakatan bersama dengan kalangan masyarakat dan tokoh-tokoh intelektual suku Moi, bahwa Bahasa Moi Kelim lah yang akan dijadikan sebagai Bahasa umum setiap hari Kamis dilembaga pemerintahan dan masyarakat, selain itu Bahasa Moi Kelim juga akan dimasukkan dalam kurikulum disekolah-sekolah, hal ini juga dikarenakan Bahasa Moi Kelim berada tepat pada ibukota Kabupaten Sorong sebagai salah satu wilayah yang sangat heterogen/berragam suku.

Jadi jika ada sedikit perbedaan pendapat dari beberapa orang suku Moi, itu dikarenakan mereka tidak mengikuti pertemuan-pertemuan dalam pembahasan materi sejak awal, tetapi apapun masukan yang disampaikan tetap akan diakomodir dikemudian hari, kita mulai dari satu Bahasa dulu baru kemudian Bahasa-bahasa Moi lainnya ( ada 8 sub Bahasa Moi dikabupaten Sorong-red) secara bertahap nanti menyusul supaya berkembang,  jelas Malak.

 

Sebagai salah satu tokoh intelektual Moi, dan juga sebagai penggagas dicetuskannya Bahasa Moi Kelim untuk diangkat sebagai Bahasa umum dilembaga pemerintahan dan masyarakat setiap  hari Kamis, Stepanus Malak merasa hal ini penting sekali, agar budaya dan adat istiadat suku Moi sebagai pemilik tanah Sorong sekitarnya tidak punah, sehingga melalui penvetusan Bahasa Moi ini diharapkan kedepan bisa lestari.

Mengingat struktur Bahasa Moi yang sedikit agak lebih tertutup serta wilayah yang berbeda-beda ditambah lagi dengan cara berkomunikasi yang juga berbeda, sehingga memang sangat penting untuk dilestarikan, baik dengan cara melalui antar pegawai maupun secara langsung berkomunikasi dengan masyarakat itu sendiri. Kata Malak.

 

Oleh sebab itu Malak berharap, meskipun melalui tahapan maupun proses yang cukup panjang diharapkan dapat menghasilkan titik pencapaian yang maksimal, yang penting kita sudah memulai, siapa lagi yang akan melestarikan budaya Moi kalau bukan kami. Pungkas Malak. red

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.