HUT Kabupaten Sorong Ke-54 Akan Ada Kejutan

Lensapapua – Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah- PT Malamoi Olom Wobok (BUMD-MOW) Gabriel Simanjuntak,  melalui Direktur Bisnis Muhammad Said Noer mengungkapkan, pihaknya akan membuat suatu kejutan baru sebagai hadiah di hari ulang tahun (Hut) Kabupaten Sorong ke-54, yang akan diperingati 14 Juni mendatang.

 

Hal itu, disampaikan mantan Sekda Kabupaten Sorong (Muhammad Said Noer), saat memberikan arahan dihadapan tim Pejabat Analisis dan Studi Pemprov Papua dalam rangka studi tiru bersama jajaran terkait di Pemkab Sorong, Selasa (8/6-2021) di kilometer 24 Aimas.

 

Kejutan yang akan kami berikan ke Kabupaten Sorong tersebut, kata Said Noer, yakni dalam waktu dekat ini akan diadakan penandatanganan  kesepahaman bersama (MoU) ada beberapa institusi pemerintah pusat dengan MOW, selaku pengelola KEK Sorong.

 

Kita ketahui bersama,  bahwa gas merupakan salah satu potensi di Kabupaten Sorong. Seiring dengan berjalannya waktu gas ini dibawa keluar daerah setelah itu masuk kembali ke Sorong.

 

Tentu dengan melihat kondisi seperti ini, kami dari MOW akan terus berjuang agar gas ini bisa masuk kembali ke Sorong.

 

Alhamdulillah, dalam waktu pekan depan atau dalam bulan ini juga penandatangan kesepahaman bersama seperti yang telah saya jelaskan tadi itu bisa dilakukan. Dan sekaligus dengan pembangunannya, jelas Said Noer.

 

“Kalau sudah dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) atau penandatangan kesepahaman bersama kalau tidak dilanjutkan dengan pembangunan itu salah,”ucap dia.

 

Jadi, ada beberapa hal yang akan dilakukan di dalam kawasan. Pertama, pembangunan LPG SPBE.

 

Jika, tidak cepat kita lakukan maka tabung gas yang berkapasitas 12 kilogram, dan  tiga kilogram itu  dibuka saja di Sorong.

 

Sehubungan dengan hal itu, maka kami mengambil suatu kebijakan agar potensi yang ada di Sorong ini bisa diola dan dimanfaatkan saja di sini.

 

Selain itu, kita juga berusaha agar bagaimana bisa membuat harga gas yang wajar bagi konsumen kita di Papua dan Papua Barat. Itu yang paling utama kita perjuangkan.

 

Maksud harga yang wajar itu semua konsumen merasa terjangkau dengan daya belinya akan kebutuhan gas rumah tangganya.

 

Berikut, tadi sudah dijelaskan,  bahwa BUMD-MOW sudah suplai gas ke Indonesia Power untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) berkapasitas 50 Mega Watt (MW).

 

Bila kita bandingkan kebutuhan daya gas listrik untuk melayani masyarakat di Kabupaten Sorong dan Kota Sorong, dimana pada siang hari pemakaiannya sekitar 44 MW. Dan pada malam hari naik menjadi 46 MW.

 

Ini berarti ada nilai-nilai tertentu yang pasti banyak dibutuhkan. Dengan melihat kondisi seperti  itu kami dari MOW mencoba masuk  agar dalam waktu dekat segera terwujud, jelas Said Noer dengan penuh optimis. (rim/red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.