Site icon Lensapapua.com

Zetiba Minta Polres Sorong Segera Lakukan Penyelidikan dan Usut Tuntas Dugaan Pelanggaran Pilkada

Lensapapua- Terkait rencana penetapan bupati/wakil bupati terpilih di Kabupaten Sorong, semua pihak menginginkan Kamtibmas didaerah ini bisa kondusif,keamanan dan ketertiban harus terjamin dengan baik.
Hanya saja yang menjadi sorotan dari kandidat pasangan Zeth Kadakolo, SE.MM-Ibrahim Pokko (Zetiba) adalah persoalan dugaan pelanggaran Pilkada pada 15 Februari 2017 lalu, yakni adanya mobilisasi massa yang begitu besar dari daerah lain masuk kekabupaten Sorong.
Kemudian dikaitkan dengan jumlah DPT dikabupaten Sorong yang cukup tinggi, sehingga hampir disemua TPS yang ada, terjadi penggelembungan DPT yang cukup tinggi yang tidak seimbang dengan jumlah pemilih yang ada di masing-masing TPS, disertai dengan bukti-bukti yang ada, kata Zeth Kadakolo, saat melakukan pertemuan dengan beberapa pihak di Polres Kabupaten Sorong, Selasa (07/3)
Dikatakan Zeth Kadakolo, pada awalnya secara keseluruhan jumlah DPS Kabupaten Sorong yang ditetapkan dari DPS ke DPT sebesar 96 lebih, tetapi berdasarkan hasil verykasi konsultan dari pihak Zetiba bersama-sama dengan operator dari KPU, terjadi pengurangan sekitar 11 ribu, sehingga menjadi 85. 899 DPT.
Kemudian dinas Dukcapil Kabupaten Sorong mengeluarkan urat keterangan domisili pengganti E-KTP kepada warga masyarakat pada hari pencoblosan Pilkada sehingga bertambah dari 85.899 menjadi 91 ribu lebih. Melihat kejadian ini kata Zeth, menjadi satu hal yang aneh dan patut dipertanyakan kebenarannya.
Dikatakan Zeth Kadakolo, berdasarkan hasil edit konsultan Zetiba, setiap penduduk memiliki dua alat bukti diri pribadi, baik itu alat bukti E-KTP juga keterangan domisili, meskipun kadang ada nama, tempat tanggal lahir yang sama, tetapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) berbeda.
Oleh sebab itu, persoalan dinas Dukcapil Kabupaten Sorong yang mengeluarkan surat keterangan domisili sejak tanggal 9-14 tahun 2017 yang sudah ditanggap massa kami dan kami usulkan untuk segera dilakukan penyelidikan kepada tiga orang staf Dukcapil tetapi hingga saat ini belum juga diproses dan bahkan terkesan dibiarkan, sehingga massa pendukung kami merasa tidak puas, dicurangi dan bahkan kami dirugikan, Ujar Zeth Kadakolo.
Dengan demikian kami dari tim kandidat nomor urut 1 pasangan Zetiba meminta kepada seluruh pihak yang berwenang untuk dapat segera menindaklanjuti persoalan ini, agar Kamtibmas didaerah ini bisa kembali kondusif sampai pada penetapan nanti, pinta Zeth Kadakolo. RED

Exit mobile version