Tidak Terdaftar Di DPT, Ratusan Massa Bentrok Dengan Polisi

2 Korban Ditembak Di Tempat, 1 Meninggal Dunia

banner 120x600
banner 468x60

Lensapapua, Ratusan massa Kabupaten Sorong melakukan unjuk rasa mempertanyakan status mereka yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu 2024, Selasa (21/11/2023).

Ratusan warga Kabupaten Sorong itu menuding penyelenggara pemilu yakni KPU dan Bawaslu tidak bersikap netral dalam proses tahapan pemilu 2024.

banner 325x300

Ketua aksi unjuk rasa, Yusril menegaskan penyelenggara pemilu harus segera melakukan perubahan  DPT sesuai  dengan kondisi riil di lapangan.

“Kami yang lama tinggal di Kabupaten Sorong tidak ada dalam DPT, sedangkan orang-orang yang tidak dikenal justru ada dalam DPT. Ini jelas sekali KPU dan Bawaslu ‘bermain’. Segera ganti DPT atau semua komisioner KPU dan Bawaslu mundur!” tegas Yusril.

 

Puluhan personel Polres Sorong diterjunkan menghalau massa yang hendak menuju KPU dan terpusat di alun-alun Aimas.

Namun himbauan pihak Kepolisian tidak digubris massa dan bersikeras akan melanjutkan unjuk rasa di kantor KPU Kabupaten Sorong.

Rencana demo damai berubah jadi aksi saling dorong dan berujung pecahnya bentrok antara massa pendemo dan Polisi.

Eskalasi anarkis yang meningkat memaksa aparat menggunakan tindakan tegas untuk membubarkan massa dengan mengerahkan peralatan penghalau massa dan 1 peleton Anti Huru-hara Kompi B Brimob Sorong.

Aparat sempat melepaskan beberapa tembakan yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 1 orang terluka di bagian kaki kiri serta 1 orang provokator berhasil diamankan dan digelandang ke Mapolres Sorong.

Kejadian tersebut merupakan skenario yang dilaksanakan pada simulasi SISPAMKOTA  dalam rangka pengamanan pemilu tahun 2024 Polres Sorong. red

banner 325x300
Penulis: Jhon Toumahuw Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.