Selama Kawasan Hutan Masih Ada Hak Kepemilikan Ulayat Tetap Ada

Kadis Kehutanan Kab Sorong, Ir. Benyamin A. Hallatu, MM.

Lensapapua- Terkait kawasan hutan di Papua, secara khusus untuk beberapa pulau yang sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung, tidak berarti hak kepemilikan ulayat itu hilang. Selama kawasan hutan masih ada, hak kepemilikan ulayat tetap ada, kata Kepala dinas Kehutanan Kabupaten Sorong, Ir. Benyamin A.Hallatu, MM. Rabu (09/9)

Hal ini disampaikan Hallatu terkait dengan hutan lindung yang ada diwilayah Papua, secara umum yang selama ini selalu bermasalah dengan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat, tetapi setelah adanya penetapan PAL batas hutan lindung, kita harus lihat permasalahannya dari sisi mana, jika kawasan tersebut dimanfaatkan maka masyarakat akan menyampaikan adanya pergantian hak ulayatnya.

Seumpama jika kawasan hutan digunakan untuk pembangunan perumahan ataupun pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya dalam arti jika tidak berhutan lagi, maka akan masalah dengan hak ulayatnya dan harus ada ganti rugi, tetapi jika kaitan dengan kehutanan maka konpensasi ganti rugi hak ulayat harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur, yakni dalam bentuk konpensasi kayu yang dimanfaatkan, jelas Hallatu.

Tambah Hallatu, jika fungsi hutan masih ada baik itu hutan produksi, hutan lindung dan hutan konservasi maka kepemilikan hak ulayat masyarakat tetap ada, tinggal bagaimana cara memanfaatkan hutan tersebut agar tidak menimbulkan masalah bagi masyarakat sebagai pemilik hak ulayat, pungkas Hallatu. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.