Reward dan Punishman Memotivasi Para Guru Dalam Melaksanakan Tugas

Wakil Bupati Sorong, Suko Harjono, saat membuka acara seminar di SMK I.

Lensapapua–  Untuk memotivasi para tenaga pengajar yang bertugas dipelosok-pelosok perlu ada suatu Reward dan Punishman atau penghargaan bagi guru-guru yang melaksanakan tugasnya dengan baik, kata wakil Bupati Sorong, Suko Harjono, S,Sos.,M,Si dihadapan para peserta seminar yang dilaksanakan di SMK I Aimas Sorong, Rabu (29/4)

Reward dimaksud kata Suko, bisa saja berupa kendaraan, pasilitas lain dan termasuk tunjangan-tunjangan daerah, sehingga bisa betul- betul Punishman lepas, apakah itu berupa penahanan gaji yang mungkin juga harus dipertaruhkan, bahkan bila diperlukan hasil pemeriksaan bidang pengawasan melakukan tindakan yang tidak sesuai, bisa diproses pemberhentian, kata Suko.

Oleh karena itu, diharapkan kepada semua tenaga pengajar, apalagi dengan masih longgarnya sistim regulasi, maka rasa pengabdian harus bisa lebih dipupuk secara prestasi, dedikasi dan loyalitas.

Ditambahkan Suko, sesuai informasi dari kepala dinas pendidikan dan BKD bahwa dari 394 guru-guru yang mengusulkan kenaikan pangkat dan golongan dari 4A ke golongan 4B, baru terealisasi 3 orang. Sementara proses pengusulan pada bulan April ini juga hanya sekitar 14 orang, Hal ini tentunya sangat memperihatinkan, oleh karena itu perlu kita sadari mengapa hal ini bisa terjadi, tentu semua ini didasarkan pada penilaian dari akreditasi atau apa yang harus kita lakukan untuk memperbaiki nasib kita kedepan, tutur Suko.

Maka melalui seminar ini, diharapkan kepada para guru agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan lebih proaktif agar kenaikan pangkat para guru bisa dengan cepat dan tepat waktu, dengan harapan bisa menambah prestasi para guru kedepan nantinya.

Apalagi pemerintah pusat telah memberlakukan peraturan Menteri pendayagunaan aparatur negara dan repormasi birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan guru dan angka kreditnya, olehnya itu tugas dan kewajiban guru jelas dan terarah, pada Permenpan tersebut, guru adalah pendidik secara professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Dengan demikian sesuai dengan profesi tersebut guru harus dapat mengembangkan dirinya dengan salah satu cara mengikuti kegiatan-kegiatan yang mendukung seperti seminar ini agar dapat dapat dikembangkan terus, untuk mendapatkan satu angka kredit yang lebih baik, pinta Suko.

Sebagai tambahan kata Suko, kita harus mengaju pada Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dalam salah satu pasal UU ASN ini aparatur hanya ada dua yaitu “aparatur harus memiliki Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dan Pejabat Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)”, dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, tegas Suko.

Oleh karena itu diharapkan kepada semua pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk dapat menerapkan hal ini dengan baik, dan jangan asal menerima tenaga honorer tanpa sesuai dengan aturan yang ada, karena hal ini nantinya akan diklarifikasi, diaudit, ketika salah dalam mengimplementasikan maka akan menjadi masalah dikemudian hari, jelas wakil Bupati. (Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.