Proses Pembangunan Membutuhkan Kesabaran

IMG_1711

Lensapapua – Bupati Sorong, melalui Wakil Bupati Suka Hardjono, S.Sos, M.Si mengatakan, dalam suatu proses pelayanan pembangunan membutuhkan suatu kesabaran. Artinya, ada perlu sebuah penantian yang terus ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan tidak terlepas dari mekanisme yang panjang, katanya di Distrik Klawak, Kamis (26/3).

Menurutnya, dengan proses yang begitu panjang tersebut, kita harus bersabar. Apalagi Kabupaten Sorong telah memekarkan 4 kabupaten dan satu kota  yang ada di wilayah Sorong Raya.”Ini semua sebagai berkat perjuangan kita bersama untuk melaksanakan pembangunan bagi kepentingan masyarakat ke depan,”pintanya.

Seperti kita ketahui bersama, pembentukan Distrik Klawak masih dibilang baru sebagai pemekaran dari Distrik Beraur, akan tetapi dengan perjuangan dan kegigihan dari masyarakat di distrik ini yang semuanya harus kita akui.

Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku Wakil Bupati Sorong periode 2012-2017, dimana sebelum saya menjabat sebagai wabup pernah merasakan betapa sedih dan sungguh prihatin terhadap masyarakat kita di distrik ini, yakni ketika pembangunan rumah warga yang ada di sekitar tempat berlangsungnya acara kita saat ini.

Pada saat itu yang paling berkesan adalah ketika mengambil material begitu jauh, dengan berbagai kesulitan, tapi meski demikian pembangunan bisa berjalan dengan baik, tuturnya.

Kesulitan  lain yang kita alami bersama salah satunya jembatan di Kali Klawak, dimana pada tahun 2012 masih melintasi di atas rotan dan bambu-bambu. Padahal akses transportasi itu sangat penting dalam memperlancar arus barang, jasa dan aktivitas manusia.

Bahkan pada saat itu kondisinya cukup memperihatinkan dimana listrik juga belum ada. Terkait dengan hal itu, ujar Wabup Suka Hardjono, bagaimana kita bisa memperjuangkan wilayah distrik ini, yakni harus menetap dan tak seyogianya kita harus berada di wilayah lain. Kalau tidak demikian maka siapa lagi yang akan membangun.

“Dengan adanya pembangunan fasilitas kantor distrik ini semata-mata bertujuan untuk kepentingan pelayanan.  Bagaimana pelayanan administrasi pemerintahan di tingkat  wilayah Distrik Klawak maupun beberapa kampung yang ada,”jelas Suka Hardjono.

 Ke depan pemerintahan desa (kampung) akan memiliki suatu nilai positif, jika andaikata masyarakat pada umumnya ingin memanfaatkan daripada perkembangan kampung tersebut.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor : 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka secara otomatis, bahwa ke depan ada dana kampung. Dana kampung tersebut yang betul-betul bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

Salah satu yang pernah dirasakan oleh semua masyarakat kampung, yakni dengan digulirkan program PNPM Mandiri maupun dana Respek, tapi belum bisa memenuhi apa yang masyarakat inginkan.

Dengan melalui program Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla mempunyai satu program dana desa. Mudah-mudahan dengan dana kampung tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan, dan khususnya masyarakat yang ada di Distrik Klawak, terangnya. (rim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.